Tanpa Biaya Ekspedisi, Tarif Pengiriman Port to Port Lion Air Diklaim Lebih Murah

Pesawat kargo Lion airPesawat kargo Lion air - bisnis.com

Selain melayani pesawat udara untuk penumpang, Lion Air Group juga memiliki unit bisnis yang khusus melayani barang atau . Adapun untuk layanan Lion terdiri dari dua jenis, yakni to door dan port to port. Tarif atau harga pengiriman dengan Lion Cargo pun relatif bersaing dengan penyedia jasa lainnya.

Sebagai informasi, untuk layanan port to port dari Lion Cargo, pengiriman bisa dilakukan di kantor Lion Cargo terdekat. Apabila barang diterima oleh Lion Cargo 3 jam sebelum jam keberangkatan pesawat Lion Air, maka akan langsung diberangkatkan di hari yang sama. Pengirim nantinya akan mendapat nomor SMU (Surat Muatan Udara) yang dapat diinformasikan ke penerima untuk proses pengambilan barang di area pergudangan bandara tujuan.

Pengiriman barang dengan port to port Lion Air diklaim lebih murah. Pasalnya, dengan pengambilan langsung di bandara tujuan, pengguna jasa dapat mengurangi yang timbul untuk pengantaran ke alamat. Pengguna jasa hanya perlu membayar biaya gudang di bandara tujuan yang rata-rata dikenai tarif antara Rp550 sampai Rp1.000 per kg, tergantung dari pihak otoritas bandara masing-masing.

Di sisi lain, sepanjang semester I 2019 ini Lion Parcel berhasil mencatatkan volume pengiriman barang sebesar 3 juta kg per bulan. Sedangkan pada semester kedua, Lion Parcel memiliki target untuk mengirim barang mencapai 10 juta kilogram per bulan. Target tersebut dinilai masih masuk akal karena Lion Parcel menjalin kerja sama dengan sejumlah e-commerce dan korporasi besar di .

“Kita memang di semester I lebih fokus ke operasi, tapi di semester II ini banyak yang sedang kita canangkan, seperti kita punya kerja sama dengan e-commerce seperti Bukalapak. Dan juga kita akan bekerja sama dengan Tokopedia yang dimulai pada akhir bulan Agustus 2019 dan corporate-corporate yang baru join seperti Honda dan Samsung,” kata Direktur Utama Lion Parcel, Farian Kirana, seperti dilansir Wartaekonomi.

Komposisi pengiriman barang lewat Lion Parcel sendiri masih didominasi oleh industri ritel yang mencapai 60%, lalu disusul corporate dan e-commerce masing-masing sebesar 30% dan 10%. “Kalau sekarang sih e-commerce kita gak besar, masih mungkin sekitar 10% lah karena Lion Parcel masih banyak fokus ke ritel. Komposisinya 60% dari ritel, 30% dari corporate, sisa 10% dari e-commerce. Total volume pengiriman Lion Parcel sendiri sudah mencakup 20% dari Lion Cargo,” tandas Farian.

Loading...