Tarif Murah, Kirim Paket Lewat Travel Jogja Bisa Sampai di Hari yang Sama

Kirim Paket - www.digitalindo.idKirim Paket - www.digitalindo.id

ekspedisi kini sudah semakin banyak pilihannya. Namun rata-rata butuh waktu beberapa hari untuk dari satu ke lainnya karena ekspedisi biasanya menggunakan kargo udara atau ada juga yang memanfaatkan kereta api. Memang ada beberapa ekspedisi yang melayani pengiriman kilat satu hari sampai, namun biasanya tarif yang dipatok pun cukup mahal, bisa mencapai ratusan ribu . Oleh sebab itu, beberapa orang yang memiliki keperluan mendesak biasanya memutuskan kirim lewat .

Di Jogja misalnya, ada banyak travel yang menyediakan pengiriman paket berupa maupun dokumen, seperti Joglosemar, Syakira Travel, Putra Agung Travel, hingga Sanutra. Tarif atau biaya pengiriman yang dipatok pun cukup bersaing. Joglosemar yang beroperasi di Yogyakarta menerapkan sistem pengiriman Same Day Service melalui pool to pool, jadi dikirim dari agen Joglosemar untuk kemudian dikirim ke agen Joglosemar tujuan.

Tarif kirim paket dari Jogja ke Semarang dengan Joglosemar misalnya, dipatok Rp 50 ribuan dan barang tiba sekitar 4-5 jam di pool tujuan (sampai di hari yang sama). Kemudian untuk Syakira Travel mematok biaya Rp 60 ribu untuk pengiriman tujuan Surabaya (paket makanan dengan berat kurang dari 15 kg dan volume 30 x 40 cm). Lain lagi dengan Putra Agung yang membanderol pengiriman barang per paket per koli Rp 50 ribu atau Sanutra yang mematok Rp 70 ribu (berat awal 10 kg) untuk pengiriman dari Yogyakarta ke .

Pengiriman barang melalui travel ini bisa menjadi solusi di tengah kenaikan tarif pengiriman dari beberapa penyedia jasa pengiriman atau kurir. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, sejumlah ekspedisi kompak menaikkan tarif karena tarif Surat Muatan Udara (SMU) pada maskapai yang juga mengalami kenaikan. “Jadi kenaikan tarif memang ada latar belakangnya. Karena memang dipicu oleh kenaikan SMU yang diberlakukan airline,” kata Ketua Umum Asosiasi Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Mohamad Feriadi, seperti dilansir Kompas.

“Anggota Asperindo kebanyakan menggunakan pengiriman melalui moda transportasi udara, tentunya harus menanggung biaya yang begitu tinggi. Semua beban biaya ini tidak bisa ditanggung oleh kami, tentunya harus dikembalikan lagi kepada konsumen,” sambungnya.

Loading...