Naik Sejak Bulan Lalu, Berapa Tarif Ojol Maxim per Km 2020?

Tarif Ojol Maxim - finance.detik.comTarif Ojol Maxim - finance.detik.com

Maxim merupakan ojek asal Rusia yang belum lama ini meramaikan di Indonesia, menemani Gojek dan Grab yang sudah ada sebelumnya. Maxim sebelumnya menerapkan tarif per km (kilometer) yang lebih dari kedua pendahulunya. Namun tahun 2020 ini Maxim diminta untuk patuh pada tarif resmi ojek online yang berlaku.

“Maxim sudah kita panggil tiga kali. Terakhir datang bersama orang Rusia-nya, dia bilang siap (menyesuaikan tarif), tapi butuh waktu,” ungkap Direktur Lalu Lintas dan Jalan Kemenhub Ahmad Yani bulan Januari 2020 lalu, seperti dilansir Kompas.

Tarif ojek online (ojol) mengalami kenaikan sejak 16 Maret 2020 lalu. Adapun kenaikan tarif batas bawah sebesar Rp250 per km dari Rp2.000 menjadi Rp2.250. Kemudian tarif batas atas naik Rp150 per km dari Rp2.500 jadi Rp2.650. Pihak Kemenhub pun menyesuaikan minimal dari Rp8.000 – Rp10.000 jadi Rp9.000 – Rp10.500.

“Mungkin sekitar tanggal 16. Ya 16 Maret kita harapkan kenaikan tarif sudah bisa dijalankan oleh tiga aplikator yang sudah ada sekarang ini, dan juga termasuk yang lain,” jelas Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi.

Peraturan tersebut sekaligus menggantikan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 348 Tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor Yang Digunakan Untuk Kepentingan Yang Dilakukan Dengan Aplikasi. “Jadi setelah kami umumkan ini kan perlu ada penyesuaian terhadap algoritma di masing-masing aplikasinya para pengemudi. Jadi saya juga lagi menyiapkan pengganti Kepmen Nomor 348/2019,” tuturnya.

Setelah diberlakukannya tarif baru ojol tersebut, pihak Kemenhub akan melakukan evaluasi, terutama berkaitan kepatuhan aplikator dalam menjalankan kebijakan itu. “Nanti setelah tanggal 16, pasti setelah itu saya akan lakukan evaluasi terutama seberapa jauh tingkat kepatuhan dari dua aplikator ini (Gojek dan Grab) terhadap kenaikan (tarif) termasuk (aplikator) Maxim juga,” tuturnya.

Sebelumnya, Maxim mematok tarif batas bawah hanya Rp1.850 per km dan biaya jasa hanya Rp3.000. Kenaikan tarif hanya berlaku untuk layanan di Jabodetabek. Oleh sebab itu, Maxim fokus untuk melakukan ekspansi di berbagai kota, termasuk Bandung, Cilegon, dan Serang. Sampai sekarang Maxim telah ada di 27 kabupaten/kota dengan total lebih dari 500 ribu mitra pengemudi.

Loading...