Tarif Listrik Konsumen Golongan R1 900 VA Naik Menjadi Rp1.352 Per 1 kWh

Tarif Listrik Naik - (Sumber: worldcoal.org)Tarif Listrik Naik - (Sumber: worldcoal.org)

Di tengah akan Tarif Dasar Listrik atau . Kini muncul pernyataan resmi dari istana yang membantah adanya isu tersebut.

Dilansir melalui Kompas.com, Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki mengungkapkan bahwa tidak benar ada kenaikan tarif dasar listrik. Pemerintah mensubsidi dua kategori konsumen. Pertama, subsidi sebesar Rp23,94 triliun untuk konsumen 450 VA. kedua, subsidi sebesar Rp5,78 triliun kepada konsumen 900 VA.

Konsumen 900 VA yang dialihkan ke tarif non-subsidi adalah mereka yang memiliki usaha dan memiliki kost-kostan, rumah mewah dan memiliki lebih dari satu kendaraan pribadi. Oleh sebab itu, konsumen yang kini merasa membayar listrik lebih dari biasanya, berarti mereka dikategorikan sebagai keluarga mampu.

“Berdasarkan laporan yang saya terima, pihak PLN kan sudah mensosialisasikan kebijakan itu ke konsumen yang dialihkan ke tarif non-subsidi. Jadi seharusnya itu sudah tersosialisasi dengan baik,” ungkap Teten.

Sementara itu, menurut data yang diterima per Juni 2017, konsumen pada kategori listrik 450 VA sebanyak 23,1 juta. tersebut dianggap naik. Kenaikan ini karena adanya program pemerintah yang menyasar daerah-daerah yang selama ini tidak mendapatkan aliran listrik.

Per 1 Juli 2017, tarif listrik 900 VA akan sama dengan 1.300 VA, ikut dalam mekanisme tarif adjustment, naik turun mengikuti fluktuasi minyak atau Indonesian Crude Price (ICP) dan kurs Amerika Serikat (AS). Berdasarkan Permen ESDM 28/2016, bagi keluarga mampu (non-subsidi) tarif listrik rumah tangga (R-1) 900 VA yang per 1 Januari 2017 sebesar Rp791 per 1 kWh akan disesuaikan menjadi Rp1.034/kWh. Lalu di 1 Mei 2017 berubah lagi dari Rp1.034/kWh menjadi Rp1.352/kWh.

Bantahan terhadap isu kenaikan ini juga dilakukan oleh pihak Listrik Negara. PLN memastikan tidak ada kenaikan tarif dasar listrik, sejak Januari lalu. I Made Suprateka, Kepala Satuan Unit Komunikasi Korporat PLN mengungkapkan justru ada penurunan tarif dasar listrik. Sejak Juni 2016, ia menjelaskan ada penurunan tarif dasar listrik sekitar Rp120 per kWh.

Kenaikan ini hanya untuk 18,7 juta pelanggan 900 VA. Sementara 4,1 juta pelanggan listrik 900 VA yang termasuk rumah tangga tidak mampu tetap disubsidi, tarif yang mereka bayar tetap Rp605 per 1 kWh.

“Pemerintah tidak lagi mencadangkan subsidi untuk membayar sekitar 18 juta pelanggan mampu. Kami tidak mendapat tambahan income dari pengurangan subsidi itu, kami melakukan efisiensi,” jelas Made.

Tarif listrik per 1 Januari yang diterapkan oleh pemerintah untuk 12 golongan yang mengikuti mekanisme tarif adjustment mengalami penurunan rata-rata sebesar Rp6 mulai Januari 2017. Made menyebut, pemberlakuan aturan ini bersamaan dengan implementasi program subsidi tepat sasaran.

Loading...