Tarif L300 Bervariasi, Angkutan Umum Tak Layak Jalan di Aceh Dilarang Beroperasi

Tarif, minibus, l300, Aceh, tujuan, jarak, sarana, transportasi, umum, bus, harga, tiket, organda, takengon, lhokseumawe,Ilustrasi armada angkutan L300 di Aceh (steemit.com)

Sama seperti di kota-kota yang ada di Indonesia, juga menyediakan sarana yang cukup lengkap. Mulai dari becak, bus, shuttle, labi-labi, hingga L300. Tarif yang dibanderol untuk setiap bervariasi tergolong jenis yang digunakan, juga tempuh dari wilayah satu ke wilayah lainnya.

Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Darat (Organda) Aceh mengeluarkan surat keputusan tentang penyesuaian tarif batas bawah dan batas atas antar kota dalam kelas non ekonomi untuk Aceh. Khusus untuk sarana transportasi L300, armada ini menyediakan dari dan menuju Banda Aceh ke beberapa kota seperti Bireun, Takengon, Lhokseumawe, Kuala Simpang, Lamno, Calang, Meulaboh, Blang Pidie, hingga Tapak Tuan.

Tarif menggunakan transportasi L300 ini beragam tergantung jarak tempuh, misalnya dari Banda Aceh menuju Bireun dikenai biaya sebesar Rp70.000, Banda Aceh tujuan Lhokseumawe Rp89.900, atau Banda Aceh ke Meulaboh tiketnya sebesar Rp110 ribuan. Penumpang bisa memilih untuk menggunakan armada L300 milik Hasbela ataupun Robby Karya.

Drs Zulkarnain, Sekretaris , Komunikasi, Informasi, dan Telematika (Dishubkomintel) Aceh mengatakan agar penumpang jangan naik angkutan pelat hitam, karena itu angkutan liar, seperti yang kerap terjadi untuk trayek lintas barat selatan Aceh. Ia mengimbau penumpang untuk memilih angkutan umum resmi berpelat kuning. “Jika tetap menggunakan angkutan pelat hitam, maka jika terjadi kecelakaan dalam perjalanan, asuransi kecelakaannya tidak bisa dilakukan karena pelat hitam hanya digunakan untuk pribadi, bukan untuk angkutan umum. Sebaliknya, asuransi kecelakaan ditanggung jika menggunakan angkutan resmi berpelat kuning,” ungkapnya.

Ia menambahkan pihak Dishubkomintel Aceh maupun Dishubkomintel kabupaten/kota bersama aparat penegak hukum sangat melarang mobil pelat hitam, seperti Kijang Innova dan lain-lain beroperasi mengambil penumpang umum. “Kalau ingin menarik penumpang umum, ubah dulu status nomor polisinya menjadi pelat kuning untuk angkutan umum,” tambahnya.

Menhub sendiri sebenarnya tidak meragukan sedikit pun kondisi armada busnya. Karena, rata-rata kondisi fisik dan mesin bus-bus di Aceh dianggap baik. Hal itu karena pemilik bus di Aceh sangat mengutamakan kenyamanan para penumpang. Mereka jarang mengoperasikan bus yang sudah berusia lebih dari lima tahun.

Namun itu adalah kondisi bus antarprovinsi. Sedangkan bus-bus antar-kota dalam Provinsi Aceh atau bus berbadan sedang, apalagi minibus L300, justru banyak yang tak layak jalan, namun dipaksakan untuk beroperasi. Siang malam mereka mengangkut penumpang. Dan pada akhirnya di tengah perjalanan banyak yang mogok. Atas dasar inilah Menhub juga memperingatkan agar bus yang tak layak jalan jangan diizinkan mengangkut para penumpang. Karena hal tersebut juga akan menyebabkan kemacetan panjang dan mengganggu pengguna jalan lainnya.

Loading...