Tarif Impor Trump KO Dolar, Rupiah Malah Berbalik Melemah

Rupiah harus berbalik arah ke zona merah pada penutupan Jumat (2/3) ini meski indeks AS bergerak lebih rendah imbas kebijakan Presiden Donald Trump. Menurut catatan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda menutup transaksi akhir pekan dengan pelemahan sebesar 9 poin atau 0,07% ke level Rp13.757 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah berakhir menguat tipis 3 poin atau 0,02% di posisi Rp13.748 per dolar AS pada tutup dagang Kamis (1/3) kemarin. Mata uang NKRI kembali bergerak positif dengan dibuka menguat 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.740 per dolar AS pagi tadi. Sayangnya, tren ini tidak mampu dipertahankan sehingga spot harus berakhir negatif.

Dari , indeks dolar AS terpantau bergerak lebih rendah pada perdagangan Jumat, menyusul keputusan Presiden Donald Trump untuk mengenakan tarif impor baja dan aluminium. Mata uang Paman Sam tersebut melemah 0,185 poin atau 0,20% ke posisi 90,139 pada pukul 11.11 WIB, sekaligus merosot dari level tertinggi yang dicapai tanggal 19 Januari 2018.

Seperti dilaporkan Reuters, Donald Trump pada Kamis waktu setempat mengatakan bahwa akan mengenakan tarif impor baja dan aluminium. Kebijakan tersebut dikatakan untuk melindungi dalam negeri AS, namun langsung memicu penurunan greenback dan saham Wall Street karena rencana itu dikhawatirkan bakal segera memicu perang dagang.

Sebelum Trump mengumumkan kebijakan ini, dolar AS telah menikmati rebound dari level terendah tiga tahun yang jatuh pada pertengahan Februari karena komentar bernada hawkish dari Gubernur , Jerome Powell. Pidato Powell di hadapan DPR AS beberapa hari lalu mempertajam ekspektasi bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga sebanyak empat kali tahun ini.

“Dolar tampak oversold pada bulan Februari, dengan kenaikan yang telah melebihi batas,” tutur ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities di Tokyo, Yukio Ishizuki. “Sebelum pembicaraan tarif Trump, beberapa kenaikan itu dikoreksi, namun pengumuman tarif itu membuat dolar AS kembali menuju titik awal.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.746 per dolar AS, melonjak 47 poin atau 0,34% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.793 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,44% dialami won Korea Selatan.

Loading...