Tarif Impor Baru Ancam Investasi Mobil Jerman di AS

Dieter Zetsche, Bos Daimler - www.autoevolution.comDieter Zetsche, Bos Daimler - www.autoevolution.com

WASHINGTON – Tiga mobil asal , BMW, Daimler, dan Volkswagen pada hari Selasa (4/12) waktu setempat berkunjung ke Washington untuk membicarakan dengan Presiden AS, Donald Trump. Pasalnya, rencana untuk memperluas di AS bisa terancam jika Trump memberlakukan tarif baru pada kendaraan buatan Eropa.

Dilansir dari DW, bos Daimler, Dieter Zetsche, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan perluasan di Alabama dan mempekerjakan 4.000 orang. Sementara, CEO Volkswagen, Herbert Diess, menuturkan rencana untuk membangun mobil listrik di AS. sendiri sudah mempekerjakan 3.500 orang di Tennessee, dengan 1.000 pekerjaan yang akan ditambahkan pada 2019.

Namun, rencana untuk memperluas investasi di Negeri Paman Sam bisa terancam jika Trump sepakat untuk memberlakukan tarif baru pada kendaraan buatan Benua Biru. Trump sendiri telah mengancam akan memberlakukan tarif kaku pada mobil yang dirakit di Uni Eropa sebagai bagian dari kebijakan ‘American First’ yang dia usung.

“Seluruh acara (pertemuan) adalah tidak lebih dari pertunjukan sombong dari seorang Donald Trump untuk menjadi berita utama,” ujar ekonom Dennis Snower, yang juga presiden Kiel Institute for World Economics (IfW), di koran Handelsblatt, seperti dikutip DW. “Para CEO mobil akhirnya tidak memiliki wewenang untuk bernegosiasi.”

Pertemuan itu sendiri sebenarnya bukan merupakan sebuah ide yang buruk. Berbicara satu sama lain di Washington tentu tidak akan mencederai hubungan antara dua kekuatan ekonomi. “Itu malah bisa membantu melonggarkan hubungan jika Jerman dapat meyakinkan pemerintah AS bahwa warga Paman Sam bukan korban perdagangan mobil,” timpal pakar perdagangan di ifW, Stefan Kooths.

Selain itu, Jerman juga dapat menunjukkan bahwa kegiatan mereka membantu mengurangi defisit perdagangan AS, berdasarkan fakta bahwa setiap mobil kelima yang mereka bangun di AS ke China. Setelah KTT G20 di Buenos Aires akhir pekan kemarin, Trump sempat menulis tweet bahwa ‘China telah setuju untuk mengurangi dan menghapus tarif pada mobil yang masuk ke China dari AS’. Beijing belum mengonfirmasi ini, tetapi bos mobil Jerman tentu akan menyambut langkah tersebut.

Para delegasi Eropa dapat menahan diri untuk tidak menyebutkan bahwa China untuk mobil mereka jauh lebih besar dan lebih penting daripada di AS. Volkswagen menjual 44 persen mobilnya di Negeri Panda, dibandingkan dengan 6,2 persen di AS. Sementara, Daimler dan BMW masing-masing menjual 14 persen mobil mereka ke AS, jauh lebih sedikit dari angka 26 persen dan 24 persen masing-masing yang dijual di China.

Namun, jika Trump positif memberlakukan tarif 25 persen pada mobil Eropa, itu akan menjadi bencana bagi industri mobil Jerman. Saat ini, tarif 2,5 persen dikenakan pada mobil Eropa yang memasuki AS. Sebaliknya, mobil AS yang masuk Eropa dikenakan tarif 10 persen. Trump telah berulang kali mengatakan ini tidak adil. Situasi tersebut berbeda dengan truk dan pick-up, yang dikenakan bea masuk 25 persen di AS, dibandingkan dengan 14 persen di Eropa.

Wakil Jerman mungkin menjanjikan untuk menyampaikan kekhawatiran Trump ke Berlin dan Brussels. Tetapi, karena mereka tidak memiliki kekuatan yang sebenarnya atas hal-hal seperti itu, mereka akhirnya dipaksa untuk bergantung pada ancaman implisit yang dapat mereka buat sendiri. Jika tarif sebesar 25 persen benar-benar diterapkan, maka investasi berkelanjutan di AS kemungkinan bakal urung terjadi.

Loading...