Target Operasi Maret 2019, Bagaimana Perkembangan Terbaru Pembangunan Bandara Kulon Progo?

Perkembangan, pembangunan, terbaru, bandara, Kulon Progo, New Yogyakarta International Airport, NYIA, wisatawan, mancanegara, wisman, berkunjung, Borobudur, target, operasi, 2019, tahun, PT Angkasa Pura I, Persero, penumpang, kapasitas, Adisutjipto, operasional, kunjungan, pemerintah, Menhub, menteri perhubunganLahan dan progres pembangunan Bandara Kulonprogo (sumber: tirto.id)

Dikatakan oleh PT I (Persero) Adisutjipto, sejak tahun 2012, Daerah Istimewa (DIY) membutuhkan baru karena Adisutjipto kelebihan . yang sebenarnya hanya bisa menampung 1,8 juta penumpang per tahun, sejak beberapa tahun ke belakang sudah kelebihan kapasitas. Berdasarkan data pada tahun 2017, jumlahnya sudah lebih dari 7,8 juta penumpang.

Namun, dalam perkembangannya, barulah di tahun 2017, pihak PT Angkasa Pura I mulai merealisasikan adanya bandara baru, New Yogyakarta International Airport (NYIA) di . Kelebihan kapasitas tersebut membuat kepadatan penumpang di Bandara Adisutjipto tak terelakkan dan ruang untuk penumpang pun tidak sesuai dengan standar .

Lantas, bagaimana perkembangannya dan seperti apa rencana operasional awal mendatang? Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, saat ini perkembangan pembangunan bandara tersebut baru sekitar 15 persen. Namun diyakini bandara tersebut bisa beroperasi pada tahun depan.

“(Progress) Saya enggak tahu persis ya kira-kira 10 persen sampai 15 persen, tapi kan (pembebasan) lahan sudah selesai semua,” ujar Budi kepada Liputan6. Ia meyakini keberadaan bandara ini bisa menambah jumlah wisman ke Borobudur dan sekitarnya hingga 1 juta kunjungan per tahun.

“Kita ingin menyongsong turis (wisman) ke 20 juta (di 2019). Yogyakarta salah satu kantong yang diharapkan menampung kegiatan turis itu. Kalau Jogja bisa menampung secepatnya, tahun depan itu 20 juta enggak susah kita lakukan,” lanjutnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, meski telah terkenal di luar negeri, namun kontribusi wisman yang datang langsung ke Borobudur sekitarnya masih terhitung kecil, yaitu hanya 1 persen. Sebab kebanyakan wisman yang berkunjung ke candi tersebut biasanya ke Bali atau Jakarta terlebih dulu.”Untuk Yogyakarta, itu kontribusi 1 persen yang direct flight,” kata dia.

Padahal, tambahnya, Indonesia memiliki culture dan nature salah satu terbaik di dunia. Tapi wisatawan mancanegara yang ke Borobudur hanya 250 ribu. Sedangkan wisman di Angkor Wat (Kamboja) itu 25 juta, jadi 10 kali lipat,” pungkasnya.

Diperjelas oleh Arief, rendahnya tingkat kunjungan wisman ke Borobudur lantaran kapasitas Bandara Adisucipto yang terbatas. Maka dengan beroperasinya Bandara Kulon Progo di 2019 diharapkan bisa meningkatkan jumlah kunjungan berkali-kali lipat ke Borobudur dan sekitarnya. “Bandara yang ada tidak bisa menampung wisman. Tapi dengan New Yogyakarta ini di 2019 bisa 450 ribu (tambahan wisman), ke depannya mungkin bisa 2 juta,” tandas dia.

sendiri menargetkan Bandara Kulon Progo atau New Yogyakarta International Airport bisa beroperasi pada Maret 2019. Keberadaan bandara ini diharapkan mampu menggenjot peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Borobudur dan sekitarnya.

Loading...