Target 10 Ekonomi Terbesar, Indonesia Bakal Gabung TPP

Jusuf Kalla, Wakil Presiden Indonesia - www.voaindonesia.comJusuf Kalla, Wakil Presiden Indonesia - www.voaindonesia.com

TOKYO – dikabarkan sedang mengubah dengan kemungkinan untuk bergabung dengan pakta Trans-Pacific Partnership (TPP). Hal tersebut dilakukan agar setidaknya bisa menyetarakan ‘arena bermain’ untuk Indonesia melawan para pesaing, terutama terkait road map ‘Making Indonesia 4.0’.

“Kami sekarang mempelajari dan kemungkinan untuk bergabung dengan kemitraan perdagangan,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla, di sela-sela konferensi Future of , dilansir . “Tentu saja, jika TPP bebas pajak, dan Indonesia masih membayar pajak, maka tidak mudah bagi kami untuk bersaing di pasar. Itulah mengapa kami berniat untuk bergabung.”

Sebelumnya, pada tahun lalu, Kalla sempat mengatakan bahwa tanpa AS di TPP, Indonesia tidak merasa bahwa akan mendapat keuntungan yang besar jika memutuskan untuk bergabung, dan karenanya pemerintah mulai kehilangan minat. Namun, saat ini, Kalla berpendapat bahwa terlepas apakah AS akan kembali atau tidak, Indonesia kemungkinan akan bergabung.

“Saya berharap bahwa studi yang saat ini sedang dilakukan oleh pemerintah dalam perjanjian TPP yang ada, akan berakhir dalam enam bulan hingga satu tahun, setelah itu Indonesia akan membuat keputusan akhir,” sambung Kalla. “Studi akan fokus pada bagaimana daya saing negara akan terpengaruh jika bergabung dengan pakta.”

Dua belas negara yang berbatasan dengan Samudera Pasifik pada awalnya bergabung dengan TPP pada Februari 2016, tetapi AS menarik diri dari kesepakatan pada tahun lalu. Sebelas negara yang tersisa setuju dengan ‘ terbaru’, yang sekarang disebut Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership, atau CPTPP, yang ditandatangani di Santiago, Cile, bulan Maret lalu.

Indonesia sendiri pada awal April kemarin membuat road map ‘Making Indonesia 4.0’ untuk meningkatkan lima sektor dengan harapan menjadikannya sebagai salah satu dari sepuluh ekonomi terbesar di dunia. Industri-industri tersebut terdiri dari dan minuman, tekstil dan garmen, otomotif, kimia, serta elektronik. Bergabung dengan TPP setidaknya akan menyetarakan ‘arena bermain’ untuk Indonesia melawan para pesaing.

Indonesia sebelumnya juga telah terlibat dalam kesepakatan perdagangan besar lainnya, yaitu Regional Comprehensive Economic Partnership atau RCEP. Pada bulan Februari 2018, Indonesia menjadi tuan rumah konferensi ke-21 yang berlangsung di Yogyakarta, dengan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengatakan pada saat itu bahwa kemitraan adalah prioritas negara.

Loading...