Tanpa Kesepakatan Brexit, Ekonomi Inggris Bakal Terpuruk

Tanpa Kesepakatan Brexit, Ekonomi Inggris Bakal Terpuruk - ukinvestormagazine.co.ukTanpa Kesepakatan Brexit, Ekonomi Inggris Bakal Terpuruk - ukinvestormagazine.co.uk

LONDON – Pemerintah pada Rabu (28/11) waktu setempat menerbitkan sebuah yang mengatakan bahwa kemungkinan hancur jika mereka meninggalkan Uni pada Maret 2019 tanpa ada kesepakatan . Menurut pemerintah, tetap tergabung di Uni Eropa akan menjadi pilihan yang jauh lebih baik.

Seperti diberitakan DW, laporan tersebut mengatakan bahwa negara hanya akan merosot 2 persen dalam waktu 15 tahun ke depan jika keluar dari blok di bawah ketentuan yang mirip dengan draft kesepakatan Inggris-Uni Eropa yang disepakati minggu lalu. Sementara, jika kesepakatan gagal tercapai, pertumbuhan akan menyusut 8 persen, dan bisa mencapai 9,3 persen dalam hal hambatan perdagangan.

Sebuah laporan terpisah yang dirilis Bank of England yang pada hari yang sama menemukan bahwa pengangguran bisa naik hampir dua kali lipat dan ekonomi Inggris bisa merosot sebanyak 8 persen dalam hitungan bulan jika kesepakatan Brexit gagal terwujud. Bank sentral juga memperingatkan bahwa kurs pound sterling berpotensi melemah hingga 25 persen jika kesepakatan tidak tercapai.

“Tugas kami bukanlah berharap yang terbaik, tetapi untuk mempersiapkan yang terburuk,” kata Gubernur Bank of England, Mark Carney, pada konferensi pers. “ perlu melakukan lebih banyak persiapan untuk mengantisipasi kejatuhan di masa mendatang. Proporsi yang telah mengaktifkan rencana kontingensi tetap menjadi bagian dari secara keseluruhan.”

Seolah mendukung, sebuah studi independen yang diterbitkan pada hari Senin (26/11) oleh National Institute of Economic and Social Research menunjukkan, kesepakatan Brexit memiliki dampak negatif yang lebih kuat terhadap ekonomi, merujuk perdagangan yang lebih mahal dengan Uni Eropa. Menurut riset itu, PDB Inggris dalam jangka panjang akan sekitar 4 persen lebih rendah daripada jika mereka tetap berada di Uni Eropa.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, berhasil mendapatkan dukungan dari 27 pemimpin Uni Eropa lainnya untuk rancangan kesepakatan pada hari Minggu (25/11) kemarin. Namun, selama KTT itu, para pemimpin Uni Eropa menegaskan bahwa London tidak bisa lagi merancang perjanjian yang lebih baik daripada yang telah mereka sepakati. Beberapa anggota parlemen Inggris mengancam akan merusak draft May, mengatakan bahwa membuat kesepakatan yang lebih baik adalah mungkin.

Loading...