Tanpa Hambatan, Rupiah Berakhir Positif di Senin Sore

Rupiah - globalaktual.comRupiah - globalaktual.com

Nyaris tidak tersentuh hambatan, akhirnya mampu mengakhiri Senin (27/8) ini di zona positif, setelah pidato Gubernur The Fed, Jerome Powell, membuat indeks cenderung bergerak melemah. Menurut data Index pukul 15.36 WIB, Garuda terpantau menguat 29 poin atau 0,19% ke level Rp14.620 per dolar .

Sebelumnya, rupiah sempat ditutup melemah 11 poin atau 0,08% di posisi Rp14.649 per dolar AS pada akhir pekan (24/8) kemarin. Namun, pagi tadi, mata uang NKRI mampu bangkit dengan dibuka naik 50 poin atau 0,34% ke level Rp14.599 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis tidak memiliki hambatan untuk melenggang nyaman di area hijau.

Sementara itu, Bank siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp14.610 per dolar AS, menguat 45 poin atau 0,31% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.655 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus , dengan kenaikan tertinggi sebesar 4% dialami won Korea Selatan.

Dari global, indeks dolar AS tampak meredup pada hari Senin, setelah sentimen aset berisiko di tampak membaik menyusul respon positif terhadap pidato Gubernur Federal Reserve, Jerome Powell. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,032 poin atau 0,03% ke level 95,114 pada pukul 11.10 WIB, setelah akhir pekan kemarin sudah ditutup drop.

Dilansir Reuters, pada simposium yang berlangsung di Jackson Hole, Wyoming, Powell tetap menekankan dorongan bank sentral untuk menaikkan suku bunga, meski Presiden AS, , sebelumnya melemparkan kritik mengenai pinjaman yang lebih tinggi. Powell menuturkan bahwa kenaikan suku bunga secara bertahap adalah cara terbaik untuk mempertahankan ekonomi AS dan menjaga pertumbuhan pekerjaan sekuat mungkin, sekaligus mengendalikan inflasi.

“Gubernur The Fed mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga akan berlanjut di tengah ekonomi yang menguat, meski ia juga menekankan untuk melakukan pengetatan moneter secara bertahap,” tutur presiden FPG Securities di Tokyo, Koji Fukaya. “Pidato itu positif untuk pasar saham, sementara peningkatan risk appetite membuat dolar AS negatif.”

Loading...