Tanpa Halangan, Rupiah Melesat di Akhir Mei

Rupiah - pojokpulsa.co.idRupiah - pojokpulsa.co.id

Tanpa hambatan yang berarti, mampu melaju mulus di area hijau sepanjang Kamis (31/5) ini, setelah indeks AS bergerak lebih rendah seiring meredanya konflik politik di Italia. Menurut paparan Index pukul 15.57 WIB, mata uang Garuda menyelesaikan akhir Mei dengan penguatan sebesar 97 poin atau 0,69% ke level Rp13.896 per AS.

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup menguat tipis 2 poin atau 0,01% di posisi Rp13.993 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu (30/5) kemarin. Tren positif mata uang NKRI berlanjut tadi pagi dengan dibuka naik 28 poin atau 0,20% ke level Rp13.955 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis melaju mulus di teritori hijau tanpa hambatan yang berarti.

Sementara itu, siang tadi menetapkan berada di posisi Rp13.951 per dolar AS, melonjak 81 poin atau 0,57% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.032 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,74% menghampiri rupiah, disusul won Korea Selatan yang menguat 0,55%.

Dari pasar , indeks dolar AS terpantau bergerak lebih rendah pada hari Kamis, setelah mata uang euro mencatatkan rebound di tengah meredanya ketegangan politik di Italia. Mata uang Paman Sam melemah 0,026 poin atau 0,03% ke level 94,043 pada pukul 11.04 WIB. Sebelumnya, greenback sudah ditutup turun 0,751 poin atau 0,79% di posisi 94,069 pada Rabu waktu setempat.

Seperti disinggung Reuters, indeks dolar AS melemah di tengah penguatan euro, setelah partai terbesar Italia dikabarkan akan membuat upaya baru untuk membentuk pemerintah koalisi dan mengakhiri kekacauan politik di negara tersebut. Partai 5 Star Movement diberitakan akan berusaha melakukan kompromi dengan partai lain untuk pencalonan nama lain sebagai menteri Negeri Pisa.

Kepala analis mata uang global di BMO Capital Markets, Greg Anderson, menuturkan bahwa saat ini pasar melihat dorongan perdagangan sehingga semua yang terjual kembali naik, khususnya euro. Sementara, kepala alokasi aset di UBS Asset Management di New York, Erin Browne, menimpali bahwa meski kekhawatiran Italia akan meninggalkan Uni Eropa berkurang, tetapi jalan menuju resolusi kemungkinan masih akan bergelombang.

Loading...