Tanpa Antre, Bayar Listrik Lewat ATM Dikenai Biaya Administrasi Mulai Rp 1.600

PT PLN berupaya memberikan kemudahan para dengan menawarkan pilihan pembelian pulsa listrik atau pembayaran tagihan listrik (pascabayar) melalui sejumlah yang ada di Indonesia. Namun pada kenyataannya justru mengeluh karena pihak bank menarik biaya administrasi untuk tiap kali pembayaran tagihan listrik PLN tersebut.

Menurut Kepala Divisi Niaga PLN, Benny Marbun, dulu setiap kali pembayaran tagihan listrik tak dikenakan biaya administrasi apapun karena PLN menyediakan loket khusus pembayaran di setiap PLN. “ datang sendiri ke PLN. Antrean semakin panjang begitu mendekati tanggal jatuh tempo pembayaran listrik. Karena PLN mengenakan denda bila pelanggan telat bayar,” ujar Benny.

Namun layanan tersebut pun lama kelamaan diprotes oleh pelanggan lantaran mereka banyak yang merasa kerepotan ketika harus membayar tagihan listrik. “Pelanggan mengeluh kerepotan, mereka harus antre, harus keluar biaya transportasi lagi dari rumah ke kantor PLN, yang katakanlah kalau pulang pergi naik angkot Rp 4.000-Rp 5.000. Apalagi kalau sore loket di PLN sudah tutup,” paparnya.

Oleh sebab itu PLN pun menawarkan cara yang lebih praktis untuk pembayaran tagihan listrik di mana saja dan kapan saja selama 24 jam penuh. “Maka PLN bekerja sama dengan pihak bank untuk menyediakan tempat pembayaran yang dekat dengan pelanggan. Bisa bayar lewat mesin , bisa pakai , internet banking, 24 jam. Mau rumah pelanggan di Papua sana, tetap bisa bayar tagihan listrik di Jakarta,” kata Benny.

Kemudahan pembayaran tersebut tentu saja didukung oleh infrastruktur yang memadai dari pihak bank. Pengadaan infrastruktur pun memakan biaya yang cukup besar, mulai dari mesin ATM hingga mobile/internet banking. “Untuk kemudahan tersebut, bank menarik jasa setiap transaksi pembayaran, sebagai pengganti biaya infrastruktur yang telah dikeluarkan oleh bank. Besaran biayanya dari Rp 1.600-Rp 3.500 atau lebih besar setiap kali transaksi,” jelasnya.

Sebagai bahan perbandingan, di Bank dan BNI menarik biaya administrasi sebesar Rp 3.000 per tagihan listrik, sedangkan Rp 2.000, Bank Jabar Rp 1.600, dan Bank Mandiri biaya administrasinya sebesar Rp 3.500.

Loading...