Tanah Semakin Ambles, Kota Jakarta Terancam Tenggelam

Tanah Semakin Ambles, Kota Jakarta Terancam Tenggelam

Jakarta – Pemerintah tengah berjuang untuk mencegah dalam skala besar yang diprediksi bisa menenggelamkan sejumlah kota di dalam beberapa dekade mendatang. Jakarta sendiri termasuk kota dengan penurunan paling parah di . Menurut lembaga riset asal Belanda, Deltares, di Ibu Kota anjlok rata-rata sekitar 200 cm antara tahun 1990-2013. Bahkan di bagian utara Jakarta yang berbatasan dengan dilaporkan bahwa sekitar 40% kawasannya sudah berada atau di bawah permukaan .

Anjloknya tanah Jakarta telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tanah diperkirakan akan semakin tenggelam rata-rata sekitar 180 cm pada tahun 2025. Jika tidak ada langkah yang nyata untuk mencegah hal tersebut terjadi, maka sebagian besar penduduk terpaksa untuk digusur pada tahun 2020 mendatang berdasar perkiraan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Nilai kerugian tanah yang hilang dapat mencapai USD 103 miliar.

Pemerintah pusat dan daerah telah berencana membangun sebuah tembok laut besar setinggi 16 meter dengan panjang 35 km di tepi Teluk Jakarta. Namun Anies Baswedan yang baru saja menjadi Jakarta terpilih mengisyaratkan bahwa pihaknya akan meninjau kembali rencana tersebut setelah resmi dilantik pada bulan Oktober mendatang, dengan alasan mempertimbangkan dampaknya pada sektor perikanan. pembangunan dinding dan proyek pembuangan sampah tersebut diperkirakan mencapai USD 40 miliar.

Kota-kota di seluruh dunia juga menghadapi penurunan tanah pada tingkat tertentu saat air tanah dipompa keluar dan tanah yang berada di sekitarnya ambles untuk menggantikannya. Banyak kota besar di Asia Tenggara yang masih bergantung pada air tanah untuk memasok rumah tangga dan industri yang semakin berkembang.

Negara-negara berkembang pun kekurangan dana untuk menyesuaikan pertumbuhan perkotaan yang pesat dengan pembangunan infrastruktur dan upaya perlindungan lainnya untuk mencegah tanah ambles. Kerugian yang nyata juga sempat dialami oleh Indonesia sekitar tahun 2013 lalu setelah banjir besar melanda Jakarta hingga pemerintah dan ekonomi Jakarta dihentikan sementara.

Loading...