Tampung Pengungsi, Uni Eropa Beri Bantuan 6.000 Euro untuk Negara Anggota

Imigran Afrika - www.merdeka.comImigran Afrika - www.merdeka.com

Komisi Uni akan memberikan bantuan kepada masing-masing negara yang bersedia menampung para pengungsi yang tiba dari Mediterania, setelah Italia baru-baru ini menutup pintu pelabuhan bagi mereka. Uni Eropa bakal membayar 6.000 euro (sekitar Rp101 juta) bagi setiap pendatang, yang diterima, ditambah dengan biaya untuk tenaga yang akan membantu pengajuan suaka para pengungsi tersebut.

Dilansir TRT World, rencana Komisi Uni Eropa tersebut merupakan lanjutan dari kesepakatan yang ditandatangani pada bulan Juni kemarin, yang mengklaim berhasil mencapai kesepakatan untuk mengendalikan migran, tetapi meninggalkan banyak rincian yang belum diputuskan. Eksekutif Uni Eropa mengatakan ingin menawarkan ‘dukungan penuh’ kepada setiap negara anggota yang secara sukarela mendirikan pusat-pusat pengawasan untuk para pengungsi .

Angka kedatangan migran, yang tidak teratur, telah turun tajam sejak tahun 2015, ketika lebih dari satu juta orang memasuki Uni Eropa. Meski demikian, jajak pendapat menunjukkan bahwa pengungsi masih menjadi perhatian utama bagi 500 juta di Benua Biru. “Kami siap mendukung negara-negara anggota dan negara-negara ketiga dalam kerja sama yang lebih baik,” kata komisioner migrasi Uni Eropa, Dimitris Avramopoulos.

Dengan mempublikasikan tawaran subsidi ini, seorang juru bicara Komisi Uni Eropa mengatakan bahwa pihaknya tengah mengupayakan ‘pembagian tanggung jawab regional bersama dalam menanggapi tantangan migrasi yang rumit’. Spanyol, Prancis, dan Malta mungkin akan menjadi penerima terbesar subsidi tersebut, mengingat mereka telah menerima ‘manusia perahu’ yang ditolak pemerintah Italia.

Dalam proposal tersebut, Uni Eropa juga bersedia membayar para penerjemah dan pakar suaka untuk mempercepat ‘penyaringan’ pengungsi, serta mengirim kembali mereka yang tidak layak menerima suaka. Secara bersamaan, komisi juga akan membentuk pusat pemrosesan pengungsi di luar wilayah Eropa, meski belum ditentukan negara mana yang akan menjadi tuan .

Sementara itu, pemerintah Italia dan Jerman saat ini tengah berada di bawah tekanan berat dari dalam negeri untuk mengurangi angka kedatangan migran dari seluruh Mediterania, yang umumnya berasal dari Afrika. Italia sendiri telah menutup pelabuhan mereka bagi kapal penyelamat kemanusiaan, dengan alasan bahwa mereka sendirian menanggung beban penampungan para pencari suaka.

Loading...