Tambah Lesu, Rupiah Dibuka Melemah 0,23% di Selasa Pagi

rupiah - poskotanews.comrupiah - poskotanews.com

Pergerakan rupiah tampak semakin lesu ketika membuka Selasa (2/10) ini. Menurut Index, Garuda mengawali transaksi dengan melemah 34 poin atau 0,23% ke level Rp14.945 per AS. Sebelumnya, spot sudah berakhir terdepresiasi 8 poin atau 0,05% di posisi Rp14.911 per AS pada tutup dagang Senin (1/10) kemarin.

“Indeks konsumen (IHK) bulan September 2018 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), dengan menunjukkan deflasi 0,18%, ternyata belum mampu membuat rupiah unggul jauh,” kata analis Valbury Asia Futures, Lukman Leon, dikutip Kontan. “Terlebih, akhir pekan kemarin, AS merevisi ekonomi pada kuartal II 2018 menjadi 4,2%.”

Meski demikian, Lukman menambahkan, rupiah masih memiliki peluang untuk membalikkan posisi setelah Bank Indonesia mengerek acuan atau BI 7-Day Repo Rate (BI-7DRR) pada pekan lalu. Bahkan, kini di obligasi, investor asing sudah kembali dan masuk dan itu bisa menguatkan pergerakan mata uang domestik.

Sementara itu, dolar AS bergerak lebih tinggi pada Selasa pagi, terutama terhadap yen Jepang, setelah Negeri Paman Sam dan Kanada dikabarkan telah mencapai kesepakatan di detik-detik akhir dalam pembicaraan North American Free Trade Agreement (NAFTA). Yen Jepang diperdagangkan di level 113,99 terhadap dolar AS, setelah sebelumnya sempat menyentuh posisi 114,06.

“Secara keseluruhan, saya pikir yen bertindak sebagai proxy untuk risiko dan 115 pasti akan menjadi level yang saya rasa tidak akan begitu mudah untuk ditembus,” kata manajer cabang Tokyo di State Street Bank, Bart Wakabayashi, dilansir Reuters. “Anda mungkin melihat 114,70 sebagai level resistance yang cukup kuat untuk kemungkinan beberapa penjualan, termasuk profit taking.”

Perjanjian trilateral antara AS, Kanada, dan Meksiko yang baru saja diumumkan pada hari Minggu (30/9) waktu setempat mempertahankan zona perdagangan terbuka senilai 1,2 triliun dolar AS. Mengikuti kesepakatan tersebut, imbal hasil Treasury AS terkatrol karena investor memilih untuk menjual utang aset safe haven untuk aset berisiko.

Loading...