Tak Terpengaruh Isu Pilkada, Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 13.326 per Dolar AS

Jakarta – Pada perdagangan kemarin Selasa (14/2) nilai tukar rupiah berakhir anjlok 0,05 persen atau 6 poin ke posisi Rp 13.329 per usai diperdagangkan di rentang angka Rp 13.305 hingga Rp 13.335 per . Sementara itu, hari ini, Rabu (15/2) rupiah justru dibuka tipis ke posisi Rp 13.326 per AS.

Menjelang pilkada serentak termasuk di DKI Jakarta, pergerakan Garuda terus mengalami fluktuasi. Dolar AS kini kembali melemah usai penasihat , Michael Flynn menyatakan mundur lantaran melakukan kontak dengan pejabat di Rusia sebelum Trump dilantik menjadi Presiden.

Pengunduran diri Flynn tersebut semakin memperkuat ketidakpastian dan membuat lebih berhati-hati sembari menanti pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen di depan Kongres pada Selasa waktu AS. “Apalagi Yellen akan dua kali pidato di pekan ini, yakni pada Selasa dan Rabu,” ujar Analis Monex Investindo Futures, Faisyal.

Investor sedang mengamati bagaimana cara Yellen menjaga risiko kenaikan pada bulan Maret yang telah diprediksi oleh pasar sebelumnya. “Mengingat adanya ketidakpastian waktu dalam agenda fiskal dan inflasi yang relative rendah tahun ini, kami pikir sulit bagi the Fed untuk memutuskan kenaikan pada bulan Maret. Namun Yellen sangat mungkin dapat mengubah persepsi tersebut,” ujar Tom Porcelli, Kepala Ekonom AS di RBC Capital Markets.

Gubernur The Fed Janet Yellen sendiri dijadwalkan untuk berpidato di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR pada Rabu pukul 10.00 waktu setempat (15.00 GMT). Sedangkan dari dalam negeri, terlepas dari ketidakpastian jelang Pilkada, pergerakan rupiah masih terbantu oleh keberhasilan surat utang (SUN) senilai Rp 18,43 triliun.

Loading...