Tak Terpengaruh Aksi 212, Ekonomi Indonesia Cukup Stabil

Jakarta – Aksi damai pada Jumat (2/12) kemarin diprediksi dapat mempengaruhi kondisi ekonomi di . Tetapi Institute for Development of Economics and , Enny Sri Hartati menegaskan bahwa perekonomian di Indonesia tetap berjalan normal saat aksi 212.

“Kalau orang salat apa dampaknya? Tidak ada, coba kalau bakar-bakar itu dampak ekonomi,” kata Enny di Jakarta, Jumat (2/12). Lebih lanjut Enny mengatakan bahwa kegiatan ekonomi berjalan seperti biasa karena demo berjalan dengan tertib. Justru dari aksi 212 tersebut banyak pedagang yang meraup keuntungan.

“Aktivitas seperti biasa, orang menghindari itu nggak macet-macet ria, kalau sekitarnya nggak bisa transaksi, tapi tersendat. Tapi pergerakan orang itu UMKM. Jutaan orang perlu makan itu ekonomi juga,” paparnya.

Sementara itu, terhadap dolar AS dan Indeks Gabungan (IHSG) di pun berada pada zona aman. Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution beranggapan bahwa stabilnya kondisi ekonomi Indonesia disebabkan karena fondasi ekonomi yang kuat. Oleh sebab itu para pelaku tidak terpengaruh dengan aksi unjuk rasa kemarin.

“Fundamental ekonomi kita sehat dan kuat. Pertama, Pertumbuhan relatif baik 5,01%. Kedua, walaupun ada kenaikan harga banyak di November inflasi di kisaran 3% dan neraca pembayaran ekspor impor belum pulih, tapi defisit transaksi berjalan dibanding PDB turun,” kata Darmin.

Di samping itu, cadangan devisa Indonesia juga mengalami kenaikan karena adanya perbaikan neraca pembayaran. “Selain CAD menurun, itu walaupun terjadi gonjang-ganjing di pasar , total neraca pembayarannya masih surplus. Kalau surplus artinya cadangan devisa naik, sekarang USD 115 (miliar),” bebernya.

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal III 2016 lalu mengalami surplus USD 5,7 miliar. NPI pada kuartal ketiga kali ini lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yang defisit USD 4,6 miliar.

Total NPI kuartal ketiga juga lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang hanya USD 2,2 miliar. Surplus NPI tersebut merupakan hasil dari bertambahnya surplus transaksi modal dan finansial (TMF) dari kuartal sebelumnya.

Loading...