Tak Semahal yang Dikira, Ternyata Biaya Registrasi BPOM Cuma Rp 100 Ribu

Jakarta – Peredaran dan ilegal memang sangat meresahkan. Karena minimnya , masih banyak yang menggunakan -produk yang masih belum terjamin keamanannya dan belum terdaftar di BPOM.

“Itulah kenapa pengawasan serta terus dilakukan, tidak lain adalah untuk mencerdaskan masyarakat jangan sampai dimanfaatkan pihak yang hanya mengeruk keuntungan,” ujar Kepala Badan POM Serang, Muhammad Kashuri.

Salah satu hal yang menyebabkan peredaran produk ilegal semakin marak di Indonesia adalah karena kurangnya informasi seputar biaya registrasi BPOM. Kashuri mengungkapkan bahwa banyak orang yang tak tahu jika pengurusan pembuatan nomor registrasi Badan POM tak semahal yang disebutkan oleh banyak pihak. Kenyataannya, tiap produk atau hanya dikenakan biaya registrasi BPOM sebesar Rp 100 ribu saja.

“Nomor izin edar memang ada biaya PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang harus disetor ke negara dan tidaklah mahal, untuk makanan seratus Rp 100 ribu/produk, jadi tidak benar izin edar untuk BPOM itu mahal, kalau mahal itu karena kebanyakan melalui pihak ketiga atau calo,” ujarnya.

Pendaftaran nomor registrasi Badan POM ini sekarang sudah dapat dilakukan secara lewat BPOM agar dapat lebih memudahkan para pelaku usaha. “Pendaftaran melalui dan izin keluar juga akan lewat ,” jelasnya.

BPOM membagi jenis pangan ke dalam 2 kategori, yakni pangan risiko rendah (pangan yang tidak lebih dari satu hari, seperti takjil) dan pangan risiko tinggi (daging, susu, keju, dan sebagainya). Untuk pendaftaran pangan olahan risiko rendah bisa dilakukan lewat aplikasi e-Registration di situs BPOM dengan menyertakan -data persyaratan yang dibutuhkan.

Jika dokumen sudah dianggap lengkap dan benar, BPOM akan menerbitkan nomor izin edar (NIE) dalam jangka waktu 10 hari. Sedangkan untuk pangan risiko tinggi waktu penerbitannya lebih lama, yakni antara 90 hingga 120 hari.

Loading...