Tak Pernah Sepi Peminat, Jasa Koreo & Model Bisa Raih Omzet Jutaan Rupiah

di hiburan kini semakin marak. Tak hanya melulu di bidang seni peran saja, namun modelling juga tak pernah sepi dari peminat. Menariknya, sekolah saat ini tak hanya berpusat di daerah Ibu seperti , tetapi sudah menyebar hingga ke kota-kota lain.

Di , Natasa Professional Modelling mematok kursus menjadi model dengan jangka waktu yang beragam mulai dari 3-6 bulan dengan biaya per paket mulai dari Rp 2 juta – Rp 5 juta per orang.

Lain lagi dengan di Bali, yakni sekolah Bintang Model. Di tempat satu ini memiliki materi kelas yang lebih bervariasi untuk anak usia 5-12 tahun, yaitu catwalk, koreografi, show dance, pengenalan akting, dan praktik foto. Biaya jasa kursus tambahan di luar model ini dibanderol Rp 100.000 per bulan. Bintang Model bisa memperoleh omzet antara Rp 7 juta sampai Rp 8 juta per bulan dari bisnis sekolah modelling.

Selama ini banyak orang tak begitu mempedulikan sosok koreografer dalam sebuah pagelaran busana. Padahal sosok koreografer sangat berjasa untuk mengatur sebuah fashion show bisa berjalan dengan lancar.

Meski tampaknya mudah, seorang koreografer harus berkoordinasi dulu dengan berbagai pihak yang terlibat dalam fashion show untuk menentukan seperti apa jalannya pagelaran busana. “Biasanya kita meeting brainstorming. Posenya seperti apa, modelnya siapa saja. First stage siapa, last stage siapa, opening dan closing,” ujar Unkle Bernard, koreografer Jakarta Fashion Week 2016.

Di samping itu, dalam fashion show juga harus memadukan antara musik dengan busana yang diperagakan. “Musik harus cocok sama bajunya dan yang pasti tidak biasa. Biasanya saya sama music director meramu biar yang mendengarnya tidak bosan,” imbuh Bernard.

Loading...