Tak Perlu Tabungan Rp25 Juta, Biaya Pembuatan Paspor Cuma Rp300 Ribu

Pembuatan Paspor - nasional.kompas.com

JAKARTA – Beberapa waktu lalu, dan HAM membuat heboh karena dikabarkan mewajibkan para pemohon baru untuk memiliki dengan minimal Rp25 juta. Namun ternyata, kepemilikan uang Rp25 juta ini hanya menjadi indikator pertanyaan dari petugas imigrasi ketika melakukan wawancara dengan pemohon paspor.

“Kepemilikan uang sebesar Rp25 juta tidak pernah tercantum dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Imigrasi No. IMI-0277.GR/02.06 tahun 2017,” jelas Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi, Agung Sampurno. “Angka tersebut hanya disebutkan dalam memo internal kepada petugas imigrasi.”

Agung menambahkan, indikator kepemilikan uang Rp25 juta ini sebelumnya hanya akan ditanyakan kepada pemohon paspor untuk tujuan . Namun, indikator pertanyaan tersebut sudah resmi dihapuskan. “Pemohon untuk motif tidak ditanya mengenai saldo Rp25 juta, tetapi dalam pengecekan proses , harus lebih dalam,” sambung Agung.

Di samping itu, syarat-syarat untuk membuat paspor baru juga masih sama, seperti KTP yang bersangkutan, mengisi formulir atau data, hingga surat rekomendasi dari instansi yang terkait. Untuk tujuan haji dan umrah misalnya, akan diminta surat rekomendasi dari Kementerian Agama melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama di masing-masing . Sementara, untuk keperluan magang, harus ada rekomendasi dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Untuk membuat paspor baru, biaya yang harus dibayarkan juga masih sama, yaitu sebesar Rp300.000 untuk model paspor biasa 48 halaman, atau Rp600.000 untuk e-paspor atau paspor elektronik. Biaya pembuatan paspor tersebut berlaku bagi WNI dewasa maupun WNI yang masih anak-anak. Sementara, biaya pembuatan paspor haji dikenakan mulai Rp355 ribuan hingga Rp360 ribuan, yang sudah dibayar oleh Kantor Kementerian Agama masing-masing kabupaten dan kota.

Loading...