Tak Perlu Ikut Sidang, Berapa Biaya Denda Tilang di Pengadilan?

Biaya Denda Tilang di Pengadilan - m.tempo.coBiaya Denda Tilang di Pengadilan - m.tempo.co

Ketika pengemudi melakukan pelanggaran , atau tidak membawa -dokumen resmi kendaraan ketika ada razia, biasanya mereka akan langsung mendapatkan tilang dari satuan kepolisian . Pengemudi pun dikenai denda berdasarkan pasal pelanggaran yang dilakukan dan denda bisa dilakukan melalui pengadilan atau menitip ke yang telah ditunjuk.

“Jika bukti (STNK atau SIM) ingin segera diambil, pelanggar bisa titip di bank dengan denda maksimal,” jelas Kasubdit Bin gakkum Dirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto. “Sementara, jika ingin membayar sesuai penetapan pengadilan, harus menunggu sekitar satu minggu, setelah ada penetapan amar putusan tanpa kehadiran pelanggar.”

Untuk mempermudah pelayanan kepada , kini pengadilan negeri memang tidak menyidangkan kasus tilang secara terbuka. Pengadilan negeri akan menginformasikan besaran denda masing-masing pelanggar di resmi mereka dan pelanggar bisa langsung membayar denda serta mengambil SIM atau STNK di kejaksaan. Ini sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung No. 12 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penyelesaian Perkara Pelanggaran Lalu Lintas.

“Selain tidak perlu datang ke pengadilan negeri untuk mengikuti persidangan, kini masyarakat juga bisa mengecek kasus tilang yang dialaminya sudah disidangkan atau belum dengan membuka website pengadilan negeri,” ujar juru bicara Pengadilan Negeri Kudus, Moch. Nur Azizi. “Melalui website resmi tersebut, masyarakat bisa mengetahui hasil putusan sidang, termasuk besaran denda yang harus dibayarkan.”

Jika pelanggar memilih membayar denda di pengadilan, besaran denda yang dibayarkan memang bervariasi, tergantung pelanggaran yang dilakukan. Di Pengadilan Negeri Jakarta Barat misalnya, mematok besaran denda bervariasi, mulai Rp50 ribu kepada pelanggar yang tidak mengenakan helm ketika mengemudi motor, namun ada juga yang dikenakan denda maksimal Rp250 ribu karena tidak memakai alat pengaman tersebut. Denda tidak menggunakan helm bisa semakin besar jika ditambah dengan kesalahan lainnya, seperti tidak mematuhi rambu lalu lintas.

Sementara itu, untuk pengendara sepeda motor yang tidak membawa SIM, menurut Pasal 288 ayat 2 Undang-Undang Lalu Lintas dan Jalan, pelanggar bisa dikenakan denda maksimal Rp250 ribu atau kurungan pidana paling lama satu bulan. Nah, Pengadilan Negeri Jakarta Barat menjatuhkan denda bervariasi, mulai Rp100 ribu hingga denda maksimal Rp250.000.

Loading...