Tak Mampu Manfaatkan Pelemahan Dolar, Spot Anjlok 33 Poin di Penutupan

Mata uang Garuda tidak mampu memanfaatkan celah ketika indeks AS cenderung bergerak . Menurut laporan Index pada pukul 15.59 WIB, menutup hari ini (26/7) dengan 33 poin atau 0,25% ke level Rp13.175 per dolar AS.

Pelemahan rupiah sudah terjadi sejak pembukaan dengan terdepresiasi tipis 9 poin atau 0,07% di posisi Rp13.151 per dolar AS. Lalu, pada siang hari pukul 14.26 WIB, mata uang Garuda masih tertekan 19 poin atau 0,14% ke Rp13.161 per dolar AS meski mayoritas kurs Asia menguat. Jelang penutupan, tepatnya pukul 15.52 WIB, rupiah kembali turun 21 poin atau 0,16% ke level Rp13.163 per dolar AS.

Melemahnya mata uang Garuda juga diwartakan . Pada pukul 16.04 WIB, rupiah terpantau merosot 25 poin atau 0,19% ke posisi Rp13.160 per dolar AS.

Diutarakan Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, tekanan pelemahan terhadap rupiah memang masih tinggi pada perdagangan hari ini. “Tekanan pelemahan rupiah secara umum masih akan terjadi sepanjang pekan ini. Meski sebenarnya, sikap pesimistis terhadap pertumbuhan ekonomi global bisa menahan penguatan dolar AS,” kata Rangga.

Indeks dolar AS yang sempat menguat tajam memang mulai melemah seiring dengan dirilisnya data ekonomi dan Uni Eropa yang kebanyakan menunjukkan sinyal awal perlambatan akibat . Pada Selasa siang, dolar AS terpantau melemah 0,29% ke level 97.

“FOMC meeting yang akan disimpulkan Kamis (28/7) mendatang masih menjadi latar belakang utama pergerakan pasar global sepanjang minggu ini,” sambung Rangga. “Meski kemungkinan kenaikan FFR target masih rendah, spekulasi kenaikan yang mengejutkan diperkirakan tetap akan meminta tinggi di pasar global.”

Loading...