Tak Mampu Bertahan, Rupiah Kembali Tergelincir 30 Poin di Pembukaan

Rupiah - www.lintasgayo.comRupiah - www.lintasgayo.com

Jakarta dibuka tergelincir 30 poin atau 0,21 persen di level Rp 14.025 per AS pada awal pagi hari ini, Rabu (30/5). Sebelumnya, Senin (28/5), rupiah berakhir menguat 130 poin atau 0,92 persen ke posisi Rp 13.995 per USD setelah diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.980 hingga Rp 14.095 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,46 persen menjadi 94,848 lantaran para pelaku tengah mengkhawatirkan kondisi politik di Italia.

Presiden Italia, Sergio Mattarella dilaporkan telah menunjuk ekonom Carlo Cottarelli sebagai perdana menteri baru Italia untuk mengakhiri kebuntuan yang telah terjadi sekitar 85 hari di Italia. Cottarelli diminta membentuk kabinet teknis yang bisa memimpin untuk melakukan pemilu usai upaya Gerakan Bintang Lima (M5S) dan Liga Sayap Kanan untuk membentuk gagal.

Dari sektor ekonomi, Indeks Kepercayaan Amerika Serikat naik pada Mei 2018 usai bulan April 2018 mengalami penurunan. Indeks tersebut naik hingga 128,0 dari bulan sebelumnya yang hanya 125,6. Indeks tersebut mengukur sentimen AS terhadap kondisi ekonomi saat ini dan harapan pada 6 bulan ke depan. Seperti dilansir iNews, belanja setidaknya telah berkontribusi 70 persen dalam kegiatan ekonomi AS.

Rupiah sendiri sebelumnya sempat menguat karena terkena efek lanjutan dari rilis notulensi rapat yang kurang menguntungkan bagi dolar AS. “The Fed terlihat belum berencana menaikkan suku bunga acuan lebih agresif,” kata Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri, seperti dilansir Kontan.

Pasar uang AS juga kabarnya sedang libur merayakan Memorial Day, sehingga aktivitas perdagangan di sana pun sedang minim. Terlebih masih belum ada data ekonomi terbaru yang menunjang gerak dolar AS di pasar spot. Sementara itu, analisis Kapital Investama Nizar Helmy mengungkapkan, muncul spekulasi bahwa Bank Indonesia (BI) bakal kembali menaikkan suku bunga. “Gubernur BI memberikan sinyal menaikkan suku bunga,” pungkasnya.

Loading...