Tak Harus Mahal, Biaya Produksi Rekaman Mulai Ratusan Ribu Rupiah

Biaya, produksi, rekaman, lagu, proses, mixing, mastering, murah, Bandung, musik, Oktaf, pro, ekonomis, recording,Proses rekaman musik di studio

Sebelum memutuskan untuk merekam di studio , salah satu hal yang menjadi ganjalan di pikiran adalah terkait masalah biaya. Biaya untuk melakukan produksi di studio memang bervariasi, tergantung perangkat untuk proses merekam dan rekaman yang dihasilkan. Semakin bagus perangkat dan rekaman, maka akan semakin mahal pula biaya yang harus dibayarkan.

Umumnya, dalam proses perekaman lagu, ada empat tahap yang harus dilewati. Pertama yaitu tracking merekam beberapa komponen musik dalam lagu. Biasanya terdiri dari tiga shift, yaitu untuk merekam suara drum, vokal, serta bas, dan . Setelah melalui proses editing, kemudian dilakukan balancing untuk mengatur peak frekuensi setiap musik agar seimbang.

Dilanjutkan dengan mixing yang cukup sulit untuk memadukan hasil perekaman agar menghasilkan lagu yang diinginkan. Belum cukup sekadar mencocokkan komponen musik, terakhir dilakukan mastering. Proses ini menyeimbangkan suara yang keluar dari kanan kiri speaker.

Gerry Rangga, ketua umum Rhythm Foundation, sebuah komunitas asal Bandung, Jawa Barat yang menaungi musisi segala genre mengatakan bahwa untuk menghasilkan satu lagu membutuhkan jasa teknisi musik yang tidak murah harganya. Keempat proses tersebut biasanya memakan biaya hingga puluhan juta.

Misalkan dengan perincian biaya rekaman studio sebesar Rp300 ribu per shift, sedangkan untuk satu lagu ada tiga shift yang harus dijalani. Bila ada sepuluh lagu yang direkam, berarti band tersebut harus mengeluarkan Rp9 jutaan hanya untuk rekaman. Ditambah proses mixing dan mastering yang membutuhkan tenaga ahli khusus, memakan biaya Rp30 juta per paket sepuluh lagu. Pembayaran music director sendiri Rp20 juta. Total mencapai Rp 59 jutaan belum termasuk biaya lainnya.

“Mengapa proses mixing dan mastering itu mahal? Ya karena ilmunya diperoleh dari luar negeri, belum ada tuh di Indonesia,” ungkapnya.

Untuk menghasilkan satu lagu setidaknya dibutuhkan waktu enam jam. Bisa dibayangkan untuk mencetak satu buah album rekaman yang terdiri dari dua puluh sampai dua puluh empat lagu, berapa lama waktu yang dibutuhkan dan modal yang dikeluarkan.

Bagi Anda yang memiliki bujet terbatas tetapi tetap menginginkan kualitas rekaman yang bagus, Anda tidak perlu khawatir. Pasalnya, saat ini sudah banyak studio musik yang menawarkan murah untuk proses rekaman lagu. Memang, persaingan antar studio membuat banyak studio menawarkan yang kompetitif, termasuk untuk proses rekaman.

Misalnya saja di Oktaf Music Pro yang menyediakan jasa untuk kebutuhan take vocal, dubbing, maupun aransemen musik dengan banderol harga yang cukup ekonomis namun kualitas yang dihasilkan disebut-sebut tidak akan mengecewakan. Dengan mengeluarkan uang Rp500.000 rupiah, Anda sudah bisa membawa pulang hasil rekaman suara anda dengan kualitas yang , karena Oktaf Music Pro didukung oleh mic recording yang terbilang bagus di kelasnya.

Atau jika Anda bingung bagaimana dengan biaya aransemen musik atau produksi musik Anda, Oktaf Music Pro memiliki arranger yang sudah memiliki jam terbang yang cukup tinggi dengan mengeluarkan dana mulai dari Rp750.000, Anda akan dibuatkan digital aransemen dengan aranger yang akan memprogram musik Anda sesuai dengan kemauan.

 

Loading...