Tak Dikenai Tarif PPN 10%, Pengrajin Perak di Bali Kini Bisa Beli Bahan Baku Murah

Pengrajin Perak di Bali - beritadaerah.co.id

Pajak atau PPN adalah pajak tidak langsung untuk disetor oleh pihak lain (pedagang) yang bukan merupakan penanggung pajak (konsumen akhir). Pada prinsipnya, PPN akan dikenakan dalam setiap proses produksi dan distribusi, namun jumlah pajak terutang tersebut dibebankan pada konsumen akhir yang menggunakan tersebut.

Itulah yang menyebabkan beberapa restoran termasuk toko-toko yang menjual produk tertentu biasanya akan menambahkan PPN dengan tarif sebesar 10% di nota atau bon ketika konsumen hendak melakukan pembayaran.

Namun lewat Peraturan Keuangan No 268/PMK.03/2015 rupanya ada jenis produk tertentu yang tak dikenai Pajak Pertambahan Nilai. Peraturan terbaru ini berkaitan tentang Tata Cara Pemberian Fasilitas Dibebaskan dari Pengenaan PPN atas atau penyerahan barang kena pajak tertentu yang bersifat strategis dan tata cara pembayaran PPN barang kena pajak tertentu yang bersifat strategis yang telah dibebaskan serta pengenaan sanksi.

Setelah pajak atas impor dihapuskan, para pengrajin perak di Bali pun merasa sangat bersyukur karena kini mereka dapat membeli bahan baku yang lebih murah dari sebelumnya dan dapat bersaing di internasional. “Kami berterima kasih kepada pemerintah lewat Kementerian Keuangan yang mengeluarkan peraturan itu,” ujar Risqon, pimpinan Butik Emas Logam Mulia Denpasar.

Lebih lanjut Risqon menjelaskan, bahwa sebelumnya konsumen yang akan membeli 250 gram perak dengan pokok Rp 3.175.000 ditambah PPN menjadi Rp 3.492.500, maka sejak adanya Kemen tersebut, konsumen hanya dikenai pokok saja, yaitu sebesar Rp 3.175.000.

Untuk memperoleh harga tanpa tambahan PPN ini tentu saja para pengusaha harus memenuhi berbagai syarat seperti menunjukkan Surat Izin Usaha Perusahaan (SIUP) atau Izin Usaha yang berbadan hukum, tidak berlaku untuk perorangan.

Loading...