Tak Boleh Sembarangan, Pistol Soft Gun Wajib Dilengkapi Surat Izin Resmi & KTA Perbakin

Pistol Soft Gun - fjb.kaskus.co.idPistol Soft Gun - fjb.kaskus.co.id

Dulu memiliki dan memainkan airsoft gun di benar-benar tidak dibatasi dan siapa saja boleh memainkannya, baik kalangan dewasa maupun -anak. Namun karena banyak orang-orang tak bertanggungjawab yang memanfaatkannya untuk tindak kejahatan, alhasil kepemilikan dan penggunaan soft gun pun kini dibatasi. Meski demikian, banyak yang menjual pistol soft gun yang sudah dilengkapi dengan surat izin dan KTA Perbakin dengan yang bervariasi.

Harga pistol soft gun sendiri saat ini pada kisaran Rp 2,2 jutaan hingga Rp 3,8 jutaan, tergantung dan mereknya. Jika hendak memiliki pistol soft gun dengan surat izin resmi yang dikeluarkan Perbakin lengkap dengan KTA-nya sekaligus, maka calon pembeli masih harus mengeluarkan biaya lagi antara Rp 600-700 ribuan untuk surat dan KTA club airsoft. Surat izin dan KTA club ini memiliki masa berlaku selama 1 tahun.

Yang perlu dipahami, kepemilikan airsoft gun baik yang bentuknya pistol, sniper, dan sebagainya tidak benar-benar dilarang oleh kepolisian, namun penggunaannya hanya dibatasi dan bukan untuk jaga diri, melainkan murni sebagai olahraga. Sedangkan yang sudah benar-benar dilarang adalah air gun. “Air gun totally dilarang. Air gun itu sudah sama dengan senjata api. Kalau Airsoft gun tidak boleh dibawa kemana-mana. Kalau pun dibawa harus menggunakan gun case, itu salah satu persyaratannya,” ujar Ketua Umum Persatuan Olahraga Airsoft Seluruh Indonesia (Porgasi), Setyo Wasisto, seperti dilansir Detik.

Sepintas tampilan air gun memang serupa dengan airsoft gun. Akan tetapi kedua replika senjata api ini mempunyai banyak perbedaan. Perbedaan utama adalah mekanis keduanya. Air gun memakai CO2 supaya tekanan peluru cukup kuat dan cukup mematikan. “Tekanannya bisa melebihi 2 joule. Sementara airsoft gun di bawah 2 joule,” beber Setyo.

Jenis peluru yang dipakai pun berbeda. Air gun memakai peluru gotri (bulatan logam), sedangkan airsoft gun memakai peluru plastik yang lebih akrab disebut bb bullets. Berat peluru airsoft gun hanya 0,4 gram, sedangkan peluru gotri bisa mencapai 1-1,5 gram. Oleh sebab itu penggunaan air gun kini dilarang dan siapapun yang tertangkap menggunakan atau memilikinya akan dijerat hukum Undang-undang Darurat No 12/1951 dengan ancaman 12 tahun penjara.

Loading...