Tak Banyak Dilirik, Bisnis Bongkaran Puing Bekas Bisa Capai Laba Hingga 40%

saat ini sudah menjadi salah satu ladang yang sangat menjamur di . Banyak orang berlomba- membangun perumahan di kawasan-kawasan elit. Lalu, apa kabarnya lokasi yang mengalami pembongkaran?

Tak banyak orang tahu dan melirik bisnis pembongkaran. Selain karena dianggap kurang bergengsi, kurangnya pengetahuan mengenai bisnis bongkaran membuat mereka ragu untuk mencoba menapaki sektor bisnis satu ini.

pembongkaran rumah dan gedung ini biasanya juga akan menjual material-material bekas. Usai membongkar sebuah bangunan, mereka akan mengumpulkan beberapa material bekas yang masih layak untuk kembali seperti pintu, kusen, dan sebagainya. Tentunya harga material bekas tersebut lebih murah daripada yang baru.

“Pada waktu melihat bangunan yang dibongkar, saya berpikir apa bisa material bekasnya seperti batu bata, genting, kaca, kayu, kusen, keramik, dijual lagi. Saya yakin, bisa memanfaatkannya asal hati-hati saat membongkarnya,” ujar salah seorang pedagang material bekas bernama Cucu Koswara di Cigareleng, , Jawa Barat.

“Saya yakin material bekas, seperti kusen, pintu, dan sebagainya ada peminatnya. Saya ingin mencoba, karena kala itu belum banyak yang memulai bisnis tersebut,” imbuhnya. Saat membongkar sebuah bangunan, Cucu mengaku membutuhkan waktu yang cukup lama karena harus menjaga tiap material agar tetap utuh.

“Kenapa lama dan pekerjanya banyak karena membongkarnya harus hati-hati. Material seperti, bata, kayu, kusen, lantai, genting, besi beton, akan dijual lagi. Waktu itu kami bisa mendapatkan Rp 100 juta dari modal awal sebesar Rp 10.500.000. Keuntungannya 40% dari pembongkaran bangunan,” jelasnya.

Loading...