Tak Ada Rush Hour, Tarif Minimum Go-Jek di Solo Rp 4.000

Go-Jek - suryamalang.tribunnews.com

online kini sudah merambah berbagai besar mulai dari Jabodetabek, Bandung, Bali, Surabaya, Makassar, Palembang, Medan, Balikpapan, Manado, Samarinda, Malang, Batam, Yogyakarta, Semarang, hingga Solo. Saat ini menjelma jadi salah satu layanan yang dibutuhkan oleh luas.

Namun sayang pada Februari lalu driver Go-Jek di Solo sempat menggelar aksi mogok yang mengakibatkan warga solo dan sekitarnya sulit untuk memesan layanan Go-Jek. “Kami mogok karena para driver keberatan dengan kebijakan Go-Jek menurunkan tarif antar Go-Food dari Rp 15 ribu menjadi hanya Rp 8 ribu. Padahal, di lapangan para driver Go-Jek ini harus menunggu pesanan makanan, mengantar, dan mencari rumah,” ungkap salah satu Go-Jek.

Penurunan tarif ini sendiri dilakukan oleh Go-Jek agar dapat menjaring yang lebih luas lagi. Pasalnya, saat ini Go-Jek bukan hanya menjadi satu-satunya penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi di Indonesia, melainkan harus bersaing dengan penyedia jasa lainnya.

Namun tampaknya langkah dari manajemen Go-Jek tersebut dianggap kurang menunjang kesejahteraan para pengemudi Go-Jek. Di kawasan Kota Solo tarif layanan Go-Ride kini dipatok dengan tarif minimum hanya Rp 4.000 saja dan untuk perjalanan lebih dari 2 km dikenai Rp 2.000 per km.

Berbeda dari kota Jabodetabek, Bandung, Bali, dan Surabaya, di Solo tidak memberlakukan tarif rush hour. Sehingga, saat jam sibuk maupun jam non sibuk pun tarif dasar Go-Jek di Solo tetap Rp 4.000 untuk setiap perjalanan. Meski bulan lalu sempat mogok, saat ini para pengemudi Go-Jek di Solo sudah kembali beroperasi normal seperti biasanya.

Loading...