Tahun Ini Pemerintah Genjot Pajak Orang Pribadi

Menurunnya pendapatan dari sektor pajak hampir 20% pada tahun lalu, membuat mulai memprioritaskan pajak dari sektor pribadi. Tahun ini, pemerintah akan lebih menggenjot lagi pendapatan dari pajak perseorangan serta memulangkan dana yang “diparkir” di luar negeri.

“Pada 2016, kami akan fokus pada pajak penghasilan individu karena pendapatan dari segmen ini masih sangat kecil,” kata Keuangan, Bambang . “Sebelumnya, kami terlalu mengandalkan pajak penghasilan dari badan atau instansi.”

Menurut Bambang, bagi sebagian orang, lebih mudah untuk membiarkan perusahaan mereka bangkrut daripada membiarkan diri pribadi bangkrut. “Jadi, kita masih bisa mendapatkan pajak dari individu-individu,” sambungnya.

Pemerintah sebelumnya memang telah berusaha untuk meningkatkan pendapatan pajak dari sektor pribadi. Namun pada tahun lalu, dari 44.800.000 wajib pajak yang terdaftar, hanya 26.800.000 orang yang menyetorkan pajaknya. Selain itu, hanya 1,2 juta dari 2 juta perusahaan yang terdaftar di Dirjen Pajak.

Meski banyak yang meleset, namun Bambang menjelaskan, pendapatan dari sektor pajak hingga 2014 terdorong melambungnya sehingga pertumbuhan ekonomi relatif stabil. Bahkan pada tahun , untuk pertama kalinya dalam sejarah, penerimaan pajak dari sektor nonmigas menembus angka Rp1.000 triliun, atau meningkat 12% dibanding tahun 2014.

Penerimaan pajak tersebut dibantu revaluasi aset dan beberapa perusahaan swasta. Meski begitu, penerimaan dari sektor migas malah turun 43% pada tahun 2015.

Untuk tahun ini, pemerintah Indonesia memperkirakan pertumbuhan bruto sebesar 5,3%. Dengan angka tersebut, target penerimaan pajak pada tahun 2016 diproyeksikan sekitar Rp1,2 triliun.

Loading...