Tahun 2020, Penerbitan Sukuk Global Diprediksi Tumbuh & Lampaui Rekor

Obligasi Global - economy.okezone.comObligasi Global - economy.okezone.com

KUALA LUMPUR – Selasa (19/2) kemarin, Moody’s Investors Service menerbitkan sebuah laporan yang mengatakan bahwa penerbitan syariah diperkirakan akan melampaui rekor tujuh tahun pada tahun 2020 mendatang. Proyeksi ini didorong oleh negara-negara mayoritas Muslim yang mengalami defisit fiskal dan perlu melunasi utang sebelumnya dengan obligasi syariah baru.

Seperti diberitakan Nikkei, penerbitan obligasi syariah bruto secara global pada tahun 2018, termasuk jangka panjang dan pendek oleh pemerintah dan internasional, turun 5 persen menjadi 78 miliar dolar , karena yang lebih tinggi sebagian mengurangi kebutuhan untuk pembiayaan. Jumlah itu jauh sekali dari rekor tertinggi 93 miliar dolar pada 2012 lalu.

Dari penerbitan tahun 2018 secara gabungan, sekuritas jangka panjang menghasilkan 54,8 miliar . Negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) mengeluarkan 22,1 miliar dari total ini, sedangkan Malaysia mengeluarkan 15,5 miliar , dan Indonesia menghasilkan 10,6 miliar . Moody’s memprediksi, Malaysia, Arab Saudi, dan Indonesia akan meningkatkan angka tersebut karena mereka membiayai defisit fiskal selama dua tahun ke depan.

“Malaysia, promotor utama alat keuangan Islam, mengandalkan obligasi syariah, juga dikenal sebagai sukuk, untuk membiayai 80 persen dari pengeluaran defisit fiskal dalam tiga tahun hingga 2018,” kata laporan itu. “Warga Malaysia memilih pemimpin baru pada bulan Mei, dan pemerintah yang sekarang berkuasa telah membuat komitmen untuk memenuhi janji pemilihan. Akibatnya, defisit fiskal 2018 Malaysia sekarang diperkirakan 3,7 persen dari domestik bruto, naik dari perkiraan awal 2,8 persen.”

Masih menurut laporan yang sama, pasar sukuk, juga didukung oleh permintaan dari lembaga keuangan Islam untuk sekuritas yang sesuai syariah, dianggap lebih stabil daripada obligasi konvensional. Pendalaman pasar sukuk global akan memungkinkan para penguasa (pemerintah) untuk mendiversifikasi lebih jauh sumber-sumber pembiayaan mereka.

“Dalam jangka menengah, penerbitan bruto akan terus tumbuh seiring dengan sukuk yang diterbitkan oleh GCC mulai jatuh tempo dan dibiayai kembali (refinanced) melalui penerbitan baru,” ujar Wakil Presiden Moody’s, Alexander Perjessy, dilansir Bisnis. “Kami memperkirakan, penerbitan sukuk secara global meningkat menjadi 87 miliar dolar AS pada 2019 dan tumbuh menuju 100 miliar dolar AS pada 2020.”

Loading...