Tahun 2017 Tarif Iuran Pensiun BPJS Ketenagakerjaan Bakal Naik Jadi 6%

Kenaikan Tarif BPJS - batam.tribunnews.com

Jakarta – Badan Penyelenggara (BPJS) Ketenagakerjaan berencana untuk menaikkan iuran untuk pensiun tenaga kerja menjadi 5-6% dari sebelumnya yang hanya sebesar 3%. Revisi Peraturan (PP) ini kabarnya akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Tahun 2017, kami inisiasi iuran menjadi 5-6%,” ungkap Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto. Menurutnya, iuran pensiun yang ideal adalah 8% karena peserta dana pensiun di saat ini telah mencapai 8,7 juta orang.

Namun untuk menaikkan tarif uran hingga ke level tersebut ternyata ada berbagai pertimbangan yang perlu dipikirkan, terutama kondisi tenaga kerja di dalam negeri. “Iurannya harusnya 8%. Bertahan dengan 3% hanya cukup mendanai sampai 2035,” katanya.

produktif di Indonesia saat ini cukup tinggi. Bila belum mengantisipasi sejak sekarang, maka masa tua hingga 30 tahun mendatang tak akan terjamin. “Kan kita nggak selamanya muda, yang muda sekarang nanti akan tua dan harus disiapkan jaminannya dari sekarang,” jelasnya.

Selain dana pensiun, ada beberapa jaminan lainnya yang ditawarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan, di antaranya adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), hingga Jaminan Hari Tua. Umumnya iuran per bulan ditanggung oleh pihak perusahaan atau pemberi kerja. Namun ada juga beberapa jaminan yang ditanggung oleh kedua belah pihak, yakni perusahaan dan pegawai. Berikut rincian tarif iuran bulanan BPJS Ketenagakerjaan:

Jenis JaminanTarif IuranPenanggung Iuran
Pemberi KerjaPekerja
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
  • Tingkat Risiko Sangat Rendah
0,24% dari upah sebulanSeluruhnya
  • Tingkat Risiko Rendah
0,54% dari upah sebulan
  • Tingkat Risiko Sedang
0,89% dari upah sebulan
  • Tingkat Risiko Tinggi
1,27% dari upah sebulan
  • Tingkat Risiko Sangat Tinggi
1,74% dari upah sebulan
Jaminan Kematian (JKM)0,30% dari upah sebulanSeluruhnya
Jaminan Hari Tua (JHT)5,7% dari upah sebulan3,7%2%
Jaminan Pensiun (JP)3% dari upah sebulan2%1%
Loading...