Tahan Kompetitor, Tokopedia Genjot Layanan Kirim Satu Hari ke Seluruh Indonesia

Aplikasi TokopediaTokopedia menghadirkan layanan pengiriman satu hari untuk hampir semua produk ke seluruh pulau di Indonesia - www.idntimes.com

TOKYO/JAKARTA – Tokopedia berusaha mempertahankan posisinya sebagai pemain e-commerce teratas dengan menghadirkan pengiriman satu hari untuk hampir semua ke seluruh pulau di Indonesia. Selain itu, yang didukung Alibaba Group Holding dan SoftBank Vision Fund tersebut juga akan mulai mengakuisisi saham minoritas di lokal untuk memperluas jangkauan pada platform mereka.

Dilansir Nikkei, langkah-langkah ini muncul ketika industri e-commerce Indonesia bersiap untuk lepas landas, dengan nilai kotor barang dagangan diperkirakan meningkat lebih dari empat kali lipat menjadi 53 miliar pada tahun 2025, lebih besar dari gabungan negara-negara besar di Asia Tenggara. Diketahui, Amazon, yang memasuki Singapura dua tahun lalu, dikabarkan sedang mengincar Indonesia, sedangkan kompetitor seperti Lazada dan Shopee juga melakukan banyak .

“Kami fokus pada Indonesia,” kata pendiri dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, kepada Nikkei Asian Review dalam sebuah wawancara di Tokyo, seolah menentang tren perusahaan-perusahaan teknologi besar Indonesia yang mulai memasuki Asia Tenggara lainnya. “Misi kami benar-benar untuk menyelesaikan masalah pelanggan Indonesia. Dan, kami melihat ruang untuk pertumbuhan masih luar biasa.”

Tokopedia sudah menawarkan pengiriman pada hari yang sama atau satu hari untuk 65% produk yang dijual di platform mereka, dengan menggunakan jaringan 11 perusahaan logistik yang menyediakan pengiriman. Dengan menggunakan kecerdasan buatan untuk memprediksi permintaan, perusahaan bertujuan untuk meningkatkan angka hingga 90%, mungkin dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

“Di masa depan, ini dapat diperluas di luar mal online Tokopedia. Lebih dari 5 juta penjual terdaftar di Tokopedia, tetapi itu hanya sebagian kecil dari sekitar 60 juta usaha kecil dan menengah di negara ini,” sambung Tanuwijaya. “Tujuan kami adalah bagaimana kami dapat membantu berbagai offline, seperti petani, nelayan, pengatur pernikahan, dan sebagainya. Misalnya, Tokopedia dapat menawarkan layanan pergudangan kepada petani yang menjual sayuran ke restoran.”

Untuk mewujudkan hal tersebut, Tokopedia berencana untuk mulai mengakuisisi saham hingga 30% di mitra potensial, termasuk perusahaan logistik dan bisnis offline. Tanuwijaya mengonfirmasi bahwa perusahaan sedang dalam pembicaraan untuk berinvestasi di Bridestory, sebuah situs web yang memungkinkan pengguna mencari layanan pernikahan, meski belum mengalokasikan anggaran untuk investasi.

Tokopedia telah menikmati pertumbuhan, terutama karena dukungan dari Alibaba Group Holding dan SoftBank Vision Fund, yang masing-masing memimpin putaran pendanaan 1,1 miliar dolar AS pada 2017 dan 2018. Tanuwijaya mengatakan, ia akan terus mencari ‘pemegang saham utama yang akan terus mendukung Tokopedia dalam visi dan misi jangka panjang’. Tetapi, masih belum jelas berapa banyak perusahaan yang akan berinvestasi dengan perkiraan estimasi kekayaannya sebesar 7 miliar dolar AS.

Sementara itu, kompetisi masih terus memanas. Shopee, telah menghadirkan banyak layanan pengiriman gratis di Indonesia dan pasar Asia Tenggara lainnya, sedangkan Lazada sudah membangun gudang, kendaraan pengiriman, dan merchandise label pribadi. Pemain lokal seperti Bukalapak juga mendorong untuk melakukan bisnis dengan pengecer fisik.

Namun, menurut data iPrice dan App Annie, Indonesia adalah satu-satunya negara Asia Tenggara utama ketika Shopee maupun Lazada bukanlah layanan yang paling . “Sekarang (kami) telah menjadi pemimpin di pasar, namun ini benar-benar membuat saya takut karena sekali kita menjadi pemimpin, kita menjadi puas diri,” katanya.

Loading...