Syok FFR Target Mereda, Rupiah Melemah Tipis di Akhir Pekan

Dampak kenaikan suku bunga agaknya mulai memudar terhadap sejumlah nilai tukar berkembang, termasuk rupiah. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menutup perdagangan akhir pekan (16/12) ini dengan pelemahan tipis sebesar 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.395 per AS.

Rupiah sudah sejak awal dagang dengan dibuka turun 36 poin atau 0,27% ke posisi Rp13.420 per . Istirahat siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 34 poin atau 0,25% ke level Rp13.418 per . Jelang penutupan atau pukul 15.44 WIB, spot masih tertahan di zona merah usai tipis 9 poin atau 0,07% ke Rp13.393 per dolar AS.

Menurut Research and Analyst Monex Invesntindo Futures, Vidi Yuliansyah, keputusan The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke posisi 0,75% memang membuat rupiah terkapar. Selain itu, Bank Sentral AS tersebut juga memberi sinyal akan ada kenaikan suku bunga sebanyak tiga kali pada tahun depan.

Di sisi lain, berdasarkan Departemen AS, indeks Paman Sam naik 0,2% pada bulan November. Hal ini sejalan dengan estimasi median ekonom dan meningkatkan kemungkinan bahwa The Fed akan dapat memenuhi proyeksi tiga tingkat kenaikan suku bunga pada tahun 2017 mendatang.

Sementara itu, Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menilai gejolak yang terjadi pada kurs rupiah usai Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan di kisaran 0,75 persen adalah sesuatu yang wajar. Yang paling penting, gejolak tersebut tidak signifikan dan mulai mereda.

“Indonesia pasti akan selalu terkena dampak ketika The Fed menaikkan suku bunga acuannya,” ujar Anggota Komisi IX DPR RI, Donny Imam Priambondo. “Namun, satu hal yang pasti, kondisi perekonomian dalam negeri saat ini masih kokoh sehingga tidak terpengaruh signifikan oleh sentimen negatif dari luar negeri.”

Ditambahkan Donny, langkah Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate di level 4,75 juga merupakan langkah yang bijak dalam menyikapi keputusan Bank Sentral AS. “Akhir tahun ini saya kira Bank Indonesia akan lebih bijak,” pungkas Donny.

Selain mata uang Garuda, pergerakan mayoritas nilai tukar mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS. Hingga Jumat siang, pelemahan terdalam terhadap the greenback dialami won Korea Selatan dengan turun 0,45%, disusul ringgit Malaysia yang jeblok 0,24%.

Loading...