Syarat Simpel, Berapa Harga (Tarif) Kirim Motor via Pos?

Pengiriman sepeda motor via Pos Indonesia - www.bloggerlampung.com

PT Indonesia bisa dibilang sebagai pelopor jasa barang antar-kota maupun antar-provinsi di Indonesia. Kini, tidak cuma mengirimkan surat, dokumentasi, atau barang ringan lainnya, perseroan milik negara tersebut juga melayani jasa sepeda . Harga atau tarif pengiriman bervariasi, tergantung tipe atau sepeda dan lokasi tujuan.

Dikutip dari situs resmi PT , dalam menentukan tarif pengiriman sepeda motor, dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kapasitas mesin maksimal 250cc, sepeda motor yang bersangkutan (motor bebek, sport, atau vespa), bukan motor roda tiga, dan jarak tempuh atau kota tujuan. Motor bebek dikonversi beratnya 100 kg, berat motor sport dikonversi 150 kg, sedangkan berat vespa dikonversi 200 kg.

Untuk melihat detail tarif kiriman, Anda bisa berkunjung ke situs resmi PT Pos Indonesia. Misalnya, jika Anda ingin mengirimkan sepeda motor jenis bebek dengan berat 100 kg dari Jakarta Pusat ke Surabaya misalnya, akan dikenakan tarif sebesar Rp803.000 (tertulis Paket Jumbo Motor). Tarif tersebut belum termasuk PPN sebesar 10 persen, jaminan ganti rugi nilai barang, pick up, dan bea pengemasan.

Seorang membagikan pengalamannya ketika mengirimkan sepeda motor dari Palembang menuju Yogyakarta. Kala itu, ia dikenakan tarif sebesar Rp854.000, plus PPN 10 persen sebesar Rp8.540, HTNB (asuransi) sebesar Rp18.480, dan ongkos packing sebesar Rp170.000. Total biaya yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp1.051.000.

“Untuk pengiriman sepeda motor melalui PT Pos Indonesia sebetulnya cukup mudah,” jelas Manager Operasional Logistic PT Pos Indonesia cabang Jakarta Barat, Nisfu, dilansir Viva. “Pemilik sepeda motor hanya perlu mempersiapkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), salinan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).”

Ia menambahkan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemilik harus mengosongkan bahan bakar terlebih dahulu ketika akan mengirimkan sepeda motor. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah motor terbakar selama dalam perjalanan. “Karena, bahan bakar mudah terbakar, jadi wajib dikosongkan agar motor aman,” pungkas Nisfu.

Loading...