Syarat Mudah, Berikut Biaya Mutasi dan Balik Nama Mobil Bekas

Outlet Samsat - www.aturduit.com

JAKARTA – bekas menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin memilki kendaraan pribadi namun hanya punya bujet terbatas. Namun, selain dan kondisi barang, ada beberapa hal yang juga perlu diperhatikan oleh mobil bekas, terutama mengenai biaya untuk mengurus mutasi, terutama jika pindah domisili, dan biaya balik nama kepemilikan mobil tersebut.

Sayangnya, masih banyak masyarakat yang enggan mengurus mutasi dan balik nama kendaraan mereka karena beralasan rumit. Padahal, mengurus balik nama kendaraan sebenarnya tidak terlalu ribet seperti anggapan banyak orang. Bahkan, dengan mengurus secara mandiri, Anda bisa menghemat pengeluaran jika dibandingkan menggunakan jasa pihak lain atau calo.

“Pembeli mobil bekas sebaiknya melengkapi untuk pengajuan balik nama, seperti STNK, , KTP, dan kuitansi jual beli,” jelas Kepala Seksi STNK Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Bayu Pratama Gubunagi, seperti dilansir Viva. “Selanjutnya, bisa mendatangi Kantor Sistem Manunggal Satu Atap (SAMSAT) daerah di mana terdaftar untuk mengurus hal tersebut.”

Untuk biayanya, jika Anda membeli mobil bekas seharga Rp160 juta misalnya, maka biaya yang harus dibayarkan sebesar satu persen dikalikan Rp160 juta, yaitu Rp1,6 juta. Selain itu, ada biaya PNBP yang terdapat pada Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2016 Tentang Jenis dan Tarif PNBP, yakni Rp200 ribu untuk STNK, Rp100 ribu untuk TNKB, Rp375 ribu untuk BPKB, dan Rp250 ribu untuk surat mutasi.

Dengan penghitungan di atas, total biaya yang harus dibayarkan oleh konsumen adalah sekitar Rp2,5 juta. Namun, tersebut belum termasuk biaya Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan atau SWDKLLJ sebesar Rp143 ribu untuk mobil penumpang non-angkutan dan sanksi tunggakan pajak bila ada.

Loading...