Tahapan Seleksi Ketat, Begini Syarat Fisik Masuk TNI AL

Prajurit TNI Angkatan Laut - intinews.co.id

Bergabung menjadi Tentara Nasional (TNI) memang merupakan sebuah kebanggaan dan menjadi impian sebagian generasi muda. Namun, untuk masuk satuan TNI Angkatan Laut (AL) salah satunya, memang tidak mudah. Selain umum, calon pendaftar juga harus memenuhi fisik masuk .

Dilansir dari situs resmi Rekrutmen TNI AL, online untuk menjadi bintara PK pria/ TNI AL Gelombang I tahun 2020 dibuka mulai tanggal 1-22 September 2020 mendatang. Validasi juga dibuka pada tanggal yang sama di tempat-tempat .

Beberapa persyaratan umum yang harus dipenuhi calon pendaftar antara lain, berusia serendah-rendahnya 17 tahun 9 bulan dan setinggi-tingginya 22 tahun pada tanggal 24 November 2020, berijazah minimal lulusan SMA/MA/SMK, badan minimal 163 cm untuk caba pria dan 157 cm untuk caba wanita dengan berat badan seimbang, belum pernah menikah, hingga sehat jasmani dan rohani.

Tahapan seleksi calon bintara TNI AL pun cukup panjang. Pada tahap pertama caba akan mengikuti tes kesehatan. Tes kesehatan ini biasanya meliputi tinggi dan berat badan, tensi darah, tremor, buta warna, pemeriksaan bentuk kaki, mata, telinga, tenggorokan, gigi, wasir, hernia, varikokel, jantung, dan paru-paru.

Jika dinyatakan lulus, maka caba masih harus melalui psikotes dan tes akademik. Tes akademik ini meliputi tes umum seperti Bahasa Indonesia, Matematika, test untuk TNI, serta tes Bahasa Inggris. Tes kesehatan kedua adalah menguji bagian dalam tubuh, mulai dari rontgen, tes urine, hingga tes darah.

Pelda TNI AL, Syarifah K.I dari divisi Dukkes (Dukungan Kesehatan) di Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (SESKOAL) menjelaskan, dari hasil sampel darah, urine, dan rontgen, akan terdeteksi paparan calon prajurit. “Hasil tes kesehatan kedua ini akan dicek di laboratorium oleh tim dokter. Nanti hasilnya akan diberitahu ke setiap pelamar. Kalau ini lolos, akan dilanjutkan dengan tes fisik,” kata Syarifah, seperti dilansir Liputan6.

Kalau di militer, tes fisik tersebut dikenal dengan istilah tes kesamaptaan. Tes ini terdiri dari lari, push up, pull up, , dan lain-lain. “Untuk tes lari, minimal peserta bisa berlari sejauh 2,5 km dalam 12 menit. Lalu, push up sekitar 43x dalam 1 menit. Berhubung ini Angkatan Laut, syarat mutlaknya yaitu dengan jarak sejauh 25 m. Bebas dengan gaya apapun, yang penting dalam 1 menit tidak berhenti maupun tenggelam,” jelasnya.

Terdapat beberapa tes harian rutin yang dilakukan, misalnya tarik badan untuk wanita (Chinning). Tes chinning dilakukan 60x dalam 60 detik. Pull up 7x dalam 1 menit, sit up 50x dalam 1 menit, lari angka 8 (shuttle run) 3x dalam 20 detik. Hal ini bagus untuk menguatkan sikap tegap, cara jalan, sikap hormat, dan juga daya tahan tubuh.

Loading...