Susul AS, Kapal Perang Jepang Merapat di Laut China Selatan

Situasi Laut Selatan agaknya semakin memanas. Ini setelah dua kapal perang perusak dan sebuah kapal selam milik Jepang berlabuh di Pelabuhan Subic, Filipina, yang dekat dengan wilayah sengketa itu, pada Minggu (3/4).

Menurut juru bicara Angkatan Laut Filipina, Komandan Lued Lincuna, kehadiran kapal selam Jepang, Oyashio, serta kapal perusak JS Ariake dan JS Setogiri, dimaksudkan untuk menegakkan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut. “Kunjungan ini merupakan manifestasi dari promosi berkelanjutan perdamaian dan stabilitas regional dan peningkatan maritim antara Angkatan Laut kedua ,” papar Lincuna.

Kedatangan dua kapal perang dan satu kapal selam Jepang di Filipina ini hanya terjadi beberapa saat jelang latihan perang gabungan antara Filipina dan (AS). Sebelumnya, kapal jenis USS Stenis milik AS telah masuk perairan China Selatan pada awal April 2016 yang dinilai sebagai bentuk tantangan AS terhadap klaim teritorial China di Laut Cina Selatan yang dilakukan di dekat Mischief Reef.

Seperti diketahui, China mengklaim bagian terbesar dari wilayah Laut China Selatan. Akibatnya, China bersengketa dengan Brunei, , Filipina, dan Vietnam. Sadar akan kekuatan militer China yang lebih besar, Filipina pun menjalin hubungan dengan sejumlah negara seperti AS dan Jepang. Februari lalu, Jepang setuju memasok kelengkapan militer, termasuk pengintai anti-kapal selam dan radar.

Loading...