Survei Terbaru, Separuh Warga Jerman Anggap Islam Sebagai Ancaman

Warga Jerman - worldsoccertraditions.blogspot.comWarga Jerman - worldsoccertraditions.blogspot.com

BERLIN – Edisi terbaru dari survei wawancara ‘Religion Monitor’ dua tahunan yang digagas Yayasan Bertelsmann menemukan bahwa masyarakat secara umum menganggap demokrasi dan toleransi beragama sebagai hal yang baik. Namun, setengah dari responden tersebut menyatakan hal yang negatif tentang dan umat Muslim.

Dilansir Deutsche Welle, dalam survei yang diterbitkan Kamis (11/7) waktu setempat, dari Yayasan Bertelsmann menemukan 89% responden, di semua , menganggap demokrasi sebagai bentuk pemerintahan yang baik. Toleransi beragama di negara tersebut juga dikatakan perlu dipertahankan, tetapi Islam mengalami kesulitan, karena sudah dianggap negatif oleh banyak orang.

Di tiga kelompok yang didefinisikan dalam survei, semuanya sangat mendukung demokrasi. Di antara orang Kristen, 93% mendukung, sedangkan umat Islam yang mendukung demokrasi sebanyak 91%, dan 83% dari yang tidak beragama berbicara untuk demokrasi. Studi itu juga menemukan bahwa kepercayaan dogmatis, kaku, dan tidak toleran terhadap agama lain dapat merusak demokrasi dalam jangka panjang.

Meski demikian, para penulis menyatakan keprihatinan atas separuh yang diwawancarai, yang menganggap Islam sebagai ancaman. Di bagian timur Jerman, tempat sedikit Muslim tinggal, ada keberatan yang lebih kuat terhadap orang-orang Islam. Menurut survei Bertelsmann, 30% orang yang diwawancarai di Jerman sisi timur mengatakan mereka tidak menginginkan Muslim sebagai tetangga, dibandingkan dengan 16% yang menyatakan preferensi yang sama di Jerman bagian barat.

Sebagai hasil dari dan globalisasi, keragaman agama di Jerman memang telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, penelitian ini menemukan bahwa hal tersebut tidak memiliki pengaruh pada sikap terhadap demokrasi. “ agama apa pun bisa menjadi demokrat yang baik,” kata penulis studi dan sosiolog agama, Gert Pickel.

Aiman ​​Mazyek, dari Dewan Pusat Muslim di Jerman, mengatakan bahwa sebagian besar masalahnya adalah bagaimana ‘propaganda ekstremis dan populis sayap kanan’, yang lebih lazim di Jerman sisi timur. Menurutnya, propaganda ini mengatakan bahwa Islam bukan agama, tetapi sebuah ideologi, dan menyajikannya sebagai kontras dengan ideologi di balik institusi barat. “Meski ada narasi anti-Islam tanpa henti di dan , 50% tidak melihat Islam secara negatif,” ujar Mazyek.

Diperkirakan, ada 5 juta umat Muslim yang tinggal di Jerman, dengan 1,5 juta jiwa di antaranya hidup di negara bagian North Rhine-Westphalia. Namun, skeptisisme yang diungkapkan oleh responden dalam survei tidak sama dengan Islamofobia, menurut Yasemin El-Menouar dari Bertelsmann. Dia mengatakan, ini ditunjukkan oleh fakta bahwa hanya 13% dari responden yang ingin menghentikan imigrasi.

Loading...