Survei Terbaru, Pandangan Orang Jerman terhadap Migran Makin Negatif

Pandangan Orang Jerman terhadap Migran - www.dw.com

BERLIN – Sikap populis sayap kanan agaknya kini telah menjadi ‘normal’ dalam arus utama , demikian tulis terbaru yang dipresentasikan oleh Friedrich Ebert Foundation, sebuah sayap kiri, di Berlin pada Kamis (25/4) waktu setempat. Studi tersebut menunjukkan bahwa mayoritas kini cenderung memandang pencari suaka secara negatif. Prasangka terhadap pendatang baru ini telah tumbuh, bahkan ketika lebih sedikit yang datang ke .

Dilansir dari Deutsche Welle, studi terbaru menunjukkan bahwa 54,1% responden di seluruh Jerman sekarang memiliki pandangan negatif terhadap pencari suaka. Jumlahnya sekarang lebih tinggi daripada sebelum krisis pengungsi pada tahun 2014, ketika 44% orang Jerman menyatakan keprihatinan tentang tersebut. Pada 2016, setelah puncak gelombang migrasi, survei menunjukkan 49,5% orang berpandangan negatif terhadap para pencari suaka.

Menurut penelitian tersebut, sikap ini lebih umum terjadi di bekas Jerman Timur, yang sekarang dihuni kurang dari seperempat populasi itu, dengan 63% ditemukan memiliki sikap seperti itu, sedangkan 51% lainnya terdapat di Jerman bagian barat. Survei tersebut juga menunjukkan bahwa tingkat prasangka telah meningkat, bahkan ketika semakin sedikit orang yang mengajukan suaka di Jerman.

Survei ini sendiri melibatkan 1.890 peserta di seluruh Jerman yang telah menanggapi pertanyaan pewawancara melalui telepon antara September 2018 hingga Februari 2019, yang dilakukan sekelompok peneliti dari Universitas Bielefeld. Sebelumnya, Friedrich Ebert Foundation sudah rutin merilis laporan tentang ekstremisme sayap kanan sejak tahun 2002 lalu.

Masih berdasarkan studi yang sama, pemilih AfD Jerman juga jauh lebih mungkin untuk membenci kelompok minoritas ini. Peneliti Universitas Bielefeld, Wilhelm Berghan, mengatakan bahwa mayoritas peserta memang memuji demokrasi dan nilai-nilai demokrasi. Namun, pada saat yang sama, banyak dari mereka memegang ide-ide tidak liberal tentang demokrasi dan permusuhan terhadap pencari suaka. “Sebagian dari sampel tidak hidup sesuai dengan prinsip mereka sendiri,” ujar Berghan.

Pada umumnya, hampir satu dari setiap lima orang di Jerman (19%) memiliki pandangan negatif terhadap orang asing. Persentase yang sama termasuk bagi umat Islam, dan bahkan lebih banyak (26%) ketika memandang kelompok-kelompok Sinti dan Roma. Pada saat yang sama, orang Jerman sekarang lebih cenderung menerima orang-orang LGBT dan para tunawisma daripada sebelumnya. Mereka juga cenderung menolak seksisme.

Setelah rilis survei ini, German Family Minister, Franziska Giffey, langsung menyerukan perbaikan undang-undang untuk memperkuat langkah-langkah yang mempromosikan demokrasi. Dia menjelaskan bahwa undang-undang baru diperlukan agar demokrasi dan penguatan masyarakat sipil bisa berlangsung secara lebih luas. “Sikap tidak manusiawi dan anti-demokrasi yang konsisten bisa sangat mengkhawatirkan,” kata Giffey.

Loading...