Surplus Neraca Perdagangan yang Melebar Buka Peluang Penguatan Rupiah

berpeluang melanjutkan tren penguatan pada Selasa (17/5) ini. neraca yang melebar serta harga dunia yang terus menguat bakal menjadi pendongkrak nilai tukar Garuda sepanjang perdagangan hari ini.

Menurut laporan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka menguat tipis 7 poin atau 0,05% ke posisi Rp13.303 per . Kemudian, mata uang Garuda kembali naik 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.299 per pada pukul 08.17 WIB.

“Surplus neraca perdagangan April 2016 yang melebar menambah sentimen bagi rupiah,” papar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Di sisi lain, surplus tersebut juga disumbang oleh perlambatan yang juga berarti perlambatan ekonomi.”

Sementara itu, indeks dolar melanjutkan pelemahan meski tipis. Ini terjadi usai angka empire manufacturing yang diumumkan malam tadi memburuk. Di sisi lain, harga minyak Brent terus menaik dan kini mendekati level 50 dolar per barel, sekaligus menekan laju dolar . “Malam nanti ditunggu inflasi yang diperkirakan naik ke 1,1% YoY,” sambung Rangga.

Pada perdagangan Senin (16/5) kemarin, rupiah mampu berbalik menguat pada sesi penutupan dengan terapresiasi 15 poin atau 0,11% ke Rp13.210 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah dibuka 34 poin atau 0,26% ke Rp13.359 per dolar AS. Penguatan rupiah salah satunya dipicu oleh neraca perdagangan yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Loading...