Surplus Neraca Perdagangan Belum Mampu Menolong Rupiah dan IHSG

Rupiah Anjlok Melemah makin mendekat ke level 14.500 pada penutupan sesi sore ini (15/9). Menurut pantauan dari Indeks Bloomberg, Garuda ini terdorong mundur hingga 75 basis poin atau setara 0,52% ke level Rp 14.408 per Dolar AS. Posisi Rupiah kali ini lagi-lagi menciptakan rekor terendah baru sejak tahun 1998 silam. Saat dibuka tadi pagi, Rupiah sudah sebanyak 19 poin (setara 0,13%) ke level Rp14.352/USD. Rupiah sempat menginjak level terendah Rp 14.414/USD dan hanya mampu merangkak naik hingga level Rp 14.331/USD pada perdagangan sepanjang .

Lesunya pergerakan Rupiah dibarengi dengan merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan () pada akhir perdagangan. turut terjun di tengah mayoritas bursa Asia Pasifik yang memerah. melemah sebesar 42,62 poin (setara 0,97%) di posisi 4.347,75. Sejumlah 77 saham diperdagangkan menguat, sedang sisanya 179 saham turun, dan 69 saham masih stagnan. Saham-saham yang turun paling banyak hingga membebani IHSG diantaranya adalah SIAP, BBNI, BBRI, SSMS, ASII, UNVR dan PGAS.

Surplus dagang Indonesia yang hasilnya telah diumumkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) nyatanya tak cukup kuat untuk mendongkrak IHSG. Sejak awal pembukaan pasar, IHSG memang sudah dirundung aura negatif dan semakin tertekan akibat yang dilakukan oleh para investor.

Loading...