Senin Pagi, Rupiah Menguat Usai Suku Bunga Fed Kembali Turun

Rupiah menguatRupiah menguat pada perdagangan Senin (16/3) pagi - www.merdeka.com

JAKARTA – Rupiah memanfaatkan pemangkasan The Fed untuk bergerak naik pada Senin (16/3) pagi. Menurut laporan Index, Garuda menguat 40 poin atau 0,27% ke level Rp14.738 per dolar AS. Sebelumnya, spot harus melemah sangat tajam 256 poin atau 1,76% di posisi Rp14.778 per dolar AS saat menutup transaksi akhir pekan (13/3) lalu.

Pada Minggu (15/3) malam waktu setempat, Federal Reserve memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan menjadi kisaran 0 sampai 0,25%, terendah sejak 2015. Sebelumnya, bank sentral ini sudah memangkas suku bunga acuan mereka pada tanggal 3 Maret 2020 lalu. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melonggarkan kelangkaan dolar AS di keuangan imbas wabah virus .

“Dampak dari penyebaran virus corona akan membebani aktivitas dalam jangka pendek sehingga menimbulkan risiko terhadap prospek ke depan,” tulis keterangan resmi The Fed. “Dengan perkembangan ini, Komite memutuskan untuk menurunkan target suku bunga. Komite akan mempertahankan target ini sampai ada keyakinan bahwa sudah membaik, penciptaan lapangan kerja ke titik maksimum, dan stabilitas sesuai dengan target.”

Semestinya, rapat Komite Pengambil Kebijakan The Fed (Federal Open Market Committee/FOMC) baru berlangsung pada 17-18 Maret esok. Namun, sepertinya kondisi begitu genting sehingga The Fed tidak bisa menunggu lagi. Hal tersebut sukses membuat risk appetite pasar membuncah, langsung menurunkan sebesar 400 poin atau 0,41% ke level 98,349 pada pukul 08.32 WIB.

Kebijakan ini dilakukan saat ekonomi AS menghadapi risiko resesi pertama selama 11 tahun terakhir di tengah terbatasnya aktivitas dalam segala hal, mulai dari pertandingan bola basket, pertemuan, serta pariwisata. Hal ini kemungkinan akan mengganggu pendapatan bagi ribuan perusahaan dan berisiko memengaruhi banyak pekerjaan. Kekhawatiran ini juga telah menghempaskan pasar saham ke zona pasar bearish.

Loading...