Suku Bunga The Fed Naik, Rupiah Melaju 31 Poin di Pembukaan

rupiah - inal knrupiah - inal kn

Jakarta – Kurs dibuka naik 31 poin atau 0,23 persen ke posisi Rp 13.730 per di awal pagi hari ini, Kamis (22/3). Sebelumnya, Rabu (21/3), Garuda ditutup melemah 13 poin atau 0,09 persen ke level Rp 13.761 per USD.

Indeks AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Di akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, AS turun 0,69 persen menjadi 89,745 lantaran para pelaku pasar masih mencerna keputusan yang memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya yang pertama kali pada tahun 2018 ini.

Pada Rabu (21/3) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan mengisyaratkan kemungkinan adanya 2 kali lagi kenaikan suku bunga sepanjang 2018 karena alasan menguatnya prospek selama beberapa bulan belakangan. “Mengingat realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi pasar kerja serta inflasi,” demikian bunyi pernyataan yang menaikkan suku bunga menjadi 1,5 persen hingga 1,75 persen, seperti dilansir Okezone.

Para pejabat The Fed memprediksi jika perekonomian Amerika Serikat akan tumbuh pada laju yang lebih cepat tahun ini dan tahun depan karena adanya stimulus fiskal dan peningkatan permintaan luar negeri. Pada 2018 ekonomi AS diperkirakan tumbuh 2,7 persen dan 2019 tumbuh 2,4 persen, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya, masing-masing sebesar 2,5 persen dan 2,1 persen.

Kemudian dari sektor ekonomi, National Association of Realtors (NAR) melaporkan total penjualan existing home (rumah yang telah dimiliki atau rumah yang sudah dibangun sebelumnya selama 1 bulan) di AS naik 3,0 persen dari 5,38 juta pada Januari menjadi 5,54 juta pada Februari berdasarkan tingkat tahunan yang disesuaikan musiman, melebihi perkiraan pasar.

Dari sisi , kebijakan Bank Indonesia yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya (7DRRR) di level 4,25 persen diharapkan dapat memberikan dorongan terhadap rupiah. Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, rupiah berpeluang untuk menguat usai The Fed menaikkan suku bunganya. “Saat ini spekulasi pasar terhadap naiknya suku bunga acuan AS yang lebih agresif lah yang sangat menekan rupiah. Adapun, tekanan akan mulai mereda jika pasar sudah mendapat jawaban,” ujarnya, seperti dilansir Kontan.

Loading...