Suku Bunga The Fed Diragukan Naik September Ini, Harga Emas Menguat

Keyakinan bahwa The Fed baru akan menaikkan tingkat AS pada mendatang membuat terkatrol. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman naik 0,20% ke level 1.327,30 AS per ounce pada Selasa (30/8) pukul 08.15 WIB di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange.

memperoleh dukungan karena pedagang mencerna pernyataan hawkish Gubernur The Fed, Janet , yang mengungkapkan terbuka kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan depan. Namun, para pedagang tetap yakin bahwa The Fed baru akan menaikkan suku bunga mereka dari 0,50% ke 0,75% pada pertemuan FOMC Desember mendatang.

Meski begitu, harga emas masih tetap di bawah tekanan seiring spekulasi kenaikan suku bunga AS yang masih belum mereda. “Harga logam mulia masih berada di bawah tekanan, tetapi melemahnya dolar AS memberi mereka kehidupan, setidaknya untuk saat ini,” ujar Wakil Presiden Heraeus Logam Management di New York, Miguel Perez-Santalla.

Pergerakan emas dan dolar AS memang biasanya berlawanan arah. Ketika indeks dolar AS naik, maka emas berjangka akan karena emas yang dinilai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi . The greenback sendiri pada pagi hari ini terpantau dibuka melemah 0,039 poin atau 0,04% ke level 95,541.

Untuk selanjutnya, potensi pelemahan harga emas masih terbuka dengan menguatnya perkiraan kenaikan suku bunga AS dan penguatan Wall Street. “Pelemahan harga emas kemungkinan bisa terjadi selama seminggu ke depan dan terus meluncur hingga ke 1.270 dolar AS dan di bawahnya,” kata Kepala Perdagangan dan Penelitian di Richcomm Global Service, Pradeep Unni.

Sementara dari dalam negeri, harga jual emas batangan PT Aneka Tambang Tbk () di Jakarta juga terpantau naik Rp1.000 per gram menjadi Rp567.600 untuk emas batangan 500 gram dan Rp607.000 untuk emas berukuran 1 gram. Sementara, harga buyback juga naik Rp2.000 per gram menjadi Rp557.000 per gram.

Loading...