Suku Bunga Fed Naik Tiga Kali, Rupiah Ditutup Menguat Tipis

Rupiah - bprdbl.co.idRupiah - bprdbl.co.id

mampu menyelesaikan Kamis (22/3) ini di area positif setelah rapat kebijakan Federal Reserve mengisyaratkan hanya akan menaikkan sebanyak tiga kali tahun ini. Menurut Index pukul 15.59 WIB, Garuda mengakhiri dengan penguatan sebesar 6 poin atau 0,04% ke level Rp13.755 per AS.

Sebelumnya, rupiah sempat ditutup melemah 13 poin atai 0,09% di posisi Rp13.761 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu (21/3) kemarin. Namun, mata uang NKRI mampu rebound dengan dibuka menguat 31 poin atau 0,23% ke level Rp13.730 per dolar AS pagi tadi. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis bergulir nyaman di zona hijau, mulai awal hingga tutup dagang.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.737 per dolar AS, naik 22 poin atau 0,15% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.759 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan penguatan tertinggi sebesar 0,38% menghampiri ringgit Malaysia.

Dari , indeks dolar AS harus tergelincir pada hari Kamis, setelah Federal Reserve tidak memberikan sinyal laju kenaikan suku bunga yang lebih cepat dan mengindikasikan hanya bakal menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang tahun ini. Mata uang Paman Sam terpantau turun 0,246 poin atau 0,27% ke level 89,537 pada pukul 11.10 WIB.

Seperti dilansir Reuters, dalam rapat kebijakan yang berakhir Kamis pagi WIB, The Fed memang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,75%. Namun, bank sentral AS tersebut hanya mengisyaratkan dua kenaikan suku bunga lagi pada tahun 2018 ini dan memproyeksikan tiga kenaikan di tahun 2019 mendatang.

“The Fed menaikkan suku bunga tiga kali, dan bahkan empat kali, tahun ini tidak akan menjadi kejutan besar untuk pasar mata uang, yang sepenuhnya mengharapkan mereka untuk melanjutkan kebijakan normalisasi,” kata ahli strategi senior di Barclays di Tokyo, Shin Kadota. “Dolar AS membutuhkan sokongan lebih besar untuk menguat, sesuatu yang tidak disediakan oleh pertemuan Fed.”

Loading...