Suku Bunga BI Turun, Rupiah Menguat di Awal Transaksi

rupiah menguat

Keputusan Bank Indonesia menurunkan acuan menjadi sentimen positif bagi pada pembukaan awal pekan (25/9) ini. Seperti dipaparkan Index, mata uang Garuda membuka transaksi dengan menguat 14 poin atau 0,11% ke level Rp13.298 per . Sebelumnya, spot ditutup di posisi Rp13.312 per dolar pada perdagangan Jumat (22/9) kemarin.

Seperti diketahui, pada Jumat sore kemarin, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) memutuskan untuk memangkas BI 7-day Reverse Repo sebesar 25 basis poin dari 4,50% menjadi 4,25%, dengan suku bunga Deposit Facility turun 25 bps menjadi 3,50%, dan Lending Facility turun 25 bps menjadi 5,00%. Hal ini berlaku efektif sejak 25 September 2017.

Keputusan Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuan dipandang masih konsisten dengan inflasi Indonesia yang rendah serta perkiraan inflasi di tahun 2018-2019, yang berada di bawah titik tengah yang sudah ditargetkan. “Penurunan ini diharapkan dapat mendukung intermediasi perbankan dan pemulihan Indonesia yang sedang berlangsung,” ujar Kepala Kebijakan Moneter Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo.

Penurunan suku bunga BI ini juga dinilai dapat menjadi sentimen positif untuk mendorong pergerakan rupiah. Pasalnya, telah merespons positif keputusan tersebut yang tercermin dengan nilai non delivery forward (NDF) satu bulan yang sempat turun ke level Rp13.325 per dolar AS. “Artinya, pada pembukaan perdagangan Senin, rupiah berpeluang menguat terlebih dahulu,” kata Foreign Exchange Dealer Bank Bukopin, Ridho Ramadhan.

Senada, Research & analyst Asia Tradepoint Futures, Andri Hardianto, menilai bahwa pergerakan mata uang sebelumnya lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen eksternal, seperti hasil rapat FOMC di AS. Namun, rupiah berpotensi bangkit setelah Bank Indonesia memotong suku bunga acuan mereka menjadi 4,25%.

“Sebelumnya, langkah rupiah lebih banyak dipengaruhi sentimen luar negeri, seperti hasil rapat FOMC dan terkoreksinya sejumlah komoditas yang mendorong pelemahan spot,” ujar Andri. “Namun, langkah pelonggaran moneter yang cukup hati-hati dan terukur dari Bank Indonesia ini bisa saja direspons positif oleh pasar.”

Loading...