BI Pangkas Suku Bunga, Rupiah Berakhir Melemah 0,40%

Rupiah - waspada.co.idRupiah - waspada.co.id

JAKARTA – mengalami penurunan tajam pada Kamis (20/2) sore setelah Rapat Dewan Gubernur memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin sebagai antisipasi dampak virus corona terhadap . Menurut laporan Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda ditutup melemah 55 poin atau 0,40% ke level Rp13.750 per AS.

Siang tadi, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan memotong suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebanyak 25 basis poin menjadi 4,75%. Penurunan ini merupakan yang pertama kali dilakukan bank sentral setelah sebelumnya mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5% selama empat bulan beruntun atau sejak Oktober 2019.

“Kebijakan moneter tetap akomodatif dan konsisten dengan perkiraan terkendali yang kisaran sasaran, stabilitas eksternal yang aman,” ujar Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dilansir CNN Indonesia. “Juga, sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga momentum pertumbuhan domestik di tengah tertahannya prospek pemulihan global sehubungan dengan terjadinya Covid-19.”

Dari pasar Asia, aset safe haven seperti yen Jepang turun mendekati level terendah sembilan bulan terhadap dolar AS, karena selera investor terhadap aset risiko meningkat seiring harapan bahwa China akan terus mengambil langkah-langkah untuk mengimbangi dampak ekonomi dari wabah coronavirus. Mata uang Negeri Sakura diperdagangkan pada 111,27 per dolar AS, mendekati level terendah sejak Mei 2019.

Seperti diberitakan CNBC, yen pada awalnya diburu sebagai aset safe haven ketika wabah virus di provinsi Hubei di China tengah mengguncang pasar sepanjang bulan lalu. Namun, pembelian yen mulai menurun karena pertumbuhan jumlah kasus baru virus di daratan China mulai melambat. Tanda-tanda bahwa pejabat Negeri Panda siap mengambil langkah-langkah lebih drastis untuk mendukung perusahaan yang terkena virus adalah faktor lain yang telah mengurangi untuk investasi safe haven.

“Jatuhnya nilai tukar yen begitu tiba-tiba sehingga bisa melambung kembali sedikit dalam jangka pendek,” kata ahli strategi valuta asing di Daiwa Securities di Tokyo, Yukio Ishizuki. “Namun, sentimen condong menjauh dari risk-off karena China akan menarik semua untuk mendukung pertumbuhan ekonomi mereka.”

Loading...