Suku Bunga BI Turun, Rupiah Berakhir Menguat

Rupiah - kabarbisnis.comRupiah - kabarbisnis.com

JAKARTA – mampu mempertahankan posisi di area hijau pada perdagangan Kamis (18/7) sore, ketika Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan acuan. Menurut paparan Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda berakhir menguat 23 poin atau 0,16% ke level Rp13.960 per AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.976 per , melemah 27 poin atau 0,19% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.949 per . Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang kompak menguat versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,40% menghampiri won Korea Selatan.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia siang tadi menetapkan suku bunga acuan turun sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% setelah bertahan di level 6% selama 8 bulan. Penurunan suku bunga acuan dilakukan dengan mempertimbangkan dua hal penting, yakni laju yang terjaga dan momentum mendorong pertumbuhan dalam negeri.

Dari pasar global, indeks dolar AS tergelincir pada hari Kamis, karena menghindari aset berisiko setelah imbal hasil Treasury AS beringsut turun tertekan data perumahan AS yang lemah dan kekhawatiran mengenai konflik dagang AS- yang berkepanjangan. Mata uang Paman Sam terpantau turun 0,174 pon atau 0,18% ke level 97,049 pada pukul 13.15 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, dolar AS sebenarnya telah naik ke level tertinggi satu minggu pada transaksi sebelumnya, karena data penjualan ritel AS dilaporkan lebih kuat dari perkiraan. Namun, greenback berbalik merah seiring pelemahan imbal hasil Treasury AS setelah data pasar perumahan AS yang lebih buruk dan sengketa dagang AS-China yang tidak kunjung usai.

“Dolar AS harus berbalik turun karena imbal hasil Treasury melemah dan tertekan komentar IMF,” tutur manajer umum di Gaitame.Com Research Institute, Takuya Kanda. “Berbagai data ekonomi telah memberikan tanda-tanda yang bertentangan mengenai keadaan ekonomi AS, tetapi itu tidak mengubah gambaran besar mengenai proyeksi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve akhir bulan ini.”

Sebelumnya, pada Rabu (17/7) kemarin, IMF atau Dana Moneter Internasional mengatakan bahwa nilai tukar greenback terlalu tinggi sebesar 6% hingga 12% berdasarkan pada fundamental ekonomi jangka pendek. Di sisi lain, kurs euro, yen Jepang, dan yuan Tiongkok umumnya terlihat sejalan dengan fundamentalnya.

Loading...