Suku Bunga BI Tetap, Rupiah Terjun Bebas di Pembukaan

Jakarta – Di awal perdagangan pagi hari ini, Jumat (19/5) dibuka 47 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp 13.403 per AS. Sedangkan kemarin, Kamis (18/5) rupiah berakhir 32 poin atau 0,24 persen ke level Rp 13.356 per AS usai bergerak di rentang angka Rp 13.328 hingga Rp 13.365 per AS.

Sementara itu indeks dolar AS yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap 6 mata uang utama terpantau naik 0,41 persen menjadi 97,978 di akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (19/5). Penguatan The Greenback didorong oleh AS yang lebih baik dari perkiraan para .

Berdasar laporan dari Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat pada Kamis (18/5), dalam pekan terakhir 13 Mei 2017, angka pendahuluan untuk klaim awal disesuaikan secara musiman sebesar 4.000 dari tingkat pekan sebelumnya menjadi 232.000, lebih rendah dibanding konsensus sebesar 240.000. Rata-rata pergerakan 4 minggu mencapai 240.750, 2.750 dari rata-rata pekan lalu sebesar 243.500.

Sejumlah analis memprediksi, dengan membaiknya data pekerjaan AS berpotensi untuk membuat The Fed menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan 13-14 Juni 2017 mendatang. “Bank Sentral AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga menjadi 1,25% sehingga memberikan dorongan pada laju dollar AS,” jelas Reny Eka Putri, Analis Pasar Uang Bank Mandiri.

Dari sisi dalam negeri, pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) sepertinya tak mampu menyumbang sentimen positif untuk nilai tukar rupiah. Suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (7-Day RR Rate) masih berada di angka 4,75 persen dan sesuai dengan prediksi pasar. “Dampaknya jadi kecil karena sesuai perkiraan pasar,” kata Faisyal, Research and Analyst Monex Investindo Futures.

Loading...